Mahfud MD Beberkan 3 Isi Pembicaraan Tertutup dengan Jokowi

0

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD belakangan diketahui beberapa kali menggelar pertemuan tertutup dengan Presiden Joko Widodo. Pasalnya, banyak hal yang dibahas oleh keduanya dalam pertemuan-pertemuan tersebut.

Nah, kira-kira apa saja yang mereka bicarakan? Berikut rangkumannya dilansir dari merdekacom:

1. Tentang gaji BPIP, Presiden merasa tidak enak

Beberapa waktu lalu gaji para anggota Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) menuai polemik.

BACA JUGA: Tanggapan Sekjen PDI-P soal Isu TGB Bakal Jadi Cawapres Jokowi

Banyak yang mempertanyakan angka dengan kinerja para anggota BPIP.

Anggota Dewan Pengarah BPIP, Mahfud MD, mengungkapkan reaksi di luaran sempat membuat Presiden Jokowi merasa tidak enak.

“Saya kemarin sudah ketemu Presiden. Kata Presiden, saya malah enggak enak membikin bapak-bapak dan ibu di sana menjadi serba disalahkan orang,” kata Mahfud meniru ucapan Jokowi.

Mahfud menyampaikan itu di kantor BPIP, Jakarta, Kamis (31/5/18).

Mahfud mengaku, dalam pertemuan dirinya sempat meminta agar Jokowi mencabut Perpres tentang Hak Keuangan dan Fasilitas Lainnya bagi Pimpinan, Pejabat, dan Pegawai BPIP.

2. Diskusi masalah hukum

Empat ahli hukum dipanggil Presiden Jokowi ke Istana beberapa waktu lalu.

Ahli hukum itu salah satunya adalah Mahfud MD.

Pertemuan itu dilakukan secara tertutup. Namun, Mahfud MD membeberkan isi pertemuan dengan Jokowi tersebut.

“Jadi yang dilakukan pertama minum teh. Kan sering sama Presiden kita minum teh. Lalu yang kedua, diskusi soal masalah-masalah hukum yang sekarang menjadi isu penting. Jadi Presiden mendengar masukan-masukan tentang apa yang dilihat oleh para pakar ini,” kata Mahfud MD usai bertemu Jokowi di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (28/2/18).

Para ahli itu memberi pandangan-pandangan kepada Presiden mengenai masalah hukum.

Pasalnya, sebagai kepala negara, Jokowi mempunyai kewenangan untuk mengambil putusan penting.

“Dan tentu kita menunggu berbagai hal. Terus terang tadi yang dibahas itu tentang MD3 dan KUHP,” kata Mahfud.

3. Kasus penodongan di Bekasi

Dalam sebuah tayangan Mata Najwa, Mahfud MD juga sempat beberkan isi pertemuan dengan Presiden Jokowi.

Kala itu dia memberitahu Jokowi jika ada kasus penodongan di Bekasi yang membuat korban terpaksa membunuh si perampok.

Dia membunuh lantaran membela diri.

Namun, korban perampokan itu justru dijadikan tersangka polisi.

“Kalau ada berita seperti itu biasanya saya langsung telepon Polri atau pejabat tapi kadangkala tidak baca (berita),” kata Mahfud MD menirukan pernyataan Jokowi saat mereka bertemu.

Setelah diberitahu mengenai kasus tersebut, keesokan harinya korban yang dijadikan tersangka itu diralat statusnya.

Bahkan, diberi piagam penghargaan sebagai orang yang telah membantu polri.

BACA JUGA: Soal Gaji Pejabat BPIP, Mahfud MD Dukung Masyarakat Gugat ke MA

“Orang yang membela diri membunuh sekalipun tidak boleh dihukum. Pak Jokowi bukan cuma melarang menghukum tapi memerintahkan memberi penghargaan. Artinya responsif juga,” katanya. []

Artikel Terkait :

Kamu Sedang Offline