Korban Tsunami Foto: The Independent

Mahfud MD: Tidak Tepat Tsunami Dinilai sebagai ‘Azab’ Karena Banyaknya Dosa

JAKARTA— Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) angkat bicara perihal kejadian bencana alam yang terjadi di Banten dan Lampung selatan pada Sabtu malam (22/12/2018) kemarin.

Mahfud mengatakan bahwa bencana tersebut merupakan sunnatullah atau hukum alam yang bisa menimpa siapa saja dan ia meminta agar tidak buru-buru bencana tersebut disebut sebagai azab Allah.

BACA JUGA: Meski Sudah Terseret Gelombang Tsunami, Burhan masih Tetap Hidup

“‘Innaa lillaah wa innaa ilaihi raji’un’, kita berduka atas musibah tsunami di Anyer. Kepada semua korban, tanpa membedakan asal-usulnya, kita doakan semoga mendapat tempat yang baik di sisi-Nya. Tsunami adalah sunnatullah bekerjanya alam yang bisa menimpa siapa saja,” tulis Mahfud, pada Senin (24/12/2018).

Menurutnya, tidak tepat jika tsunami dinilai sebagai azab karena banyaknya dosa.

“Jangan buru-buru bilang, bencana alam seperti tsunami itu azab Allah karena kita banyak dosa. Bilang begitu tidak tepat karena banyak orang baik dari berbagai komunitas yang tidak jahat yang juga jadi korban. Selain itu, kesimpulan tersebut menafikan sifat kasih sayang Allah. Tsunami adalah sunnatullah berkerjanya alam,” tandasnya.

BACA JUGA: Basarnas Catat Korban Jiwa Tsunami Banten Capai 334 Orang

Sebelumnya, telah terjadi tsunami di pantai tanjung lesung, pandeglang banten pada Sabtu malam (22/12/2018) kemarin. Jumlah korban dan kerusakan akibat tsunami terus bertambah, data sementara yang dihimpun posko Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) hingga Senin (24/12/2018), tercatat 281 orang meninggal dunia. []

SUMBER: DETIKNEWS


Artikel Terkait :

About Ari Cahya Pujianto

Hanya Pemuda Akhir Zaman yang Terus Memperbaiki Diri

Check Also

tukang becak

Dipenjara, Tukang Becak Ini Dapat Donasi Rp 700 Juta Lebih

Akibat kecelakan itu, nyawa penumpang tidak tertolong dan akhirnya meninggal 15 menit setelah tiba di rumah sakit.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *