Foto: IBTimes

Makan Tanah, Ini yang Pernah Dialami Anak-anak Aleppo

 

Konflik yang tidak berkesudahan, membuat anak-anak Aleppo melakukan apa saja yang bisa mempertahankan kehidupan. Tidak terkecuali makan tanah. Kisah pilu ini membuat partai oposisi Suriah mengirim surat kepada Presiden Rusia, vladimir Putin.

Melalui surat itu, Suriah meminta agar perang dan tekanan teroris dihentikan. Surat itu ditulis oleh Partai Pemuda Nasional yang menentang Presiden Suariah, Bashar al-Assad. Di dalam surat itu mereka menceritakan betapa sengsaranya anak-anak Aleppo yang bertahan dengan segala cara di tengah perang.

Anak-anak kelaparan, tanpa nutrisi dan memakan sesuatu yang seharusnya dikonsumsi untuk mengisi perut mereka yang kosong agar tetap bertahan hidup.

Berikut isi surat Partai Pemuda Nasional Suriah untuk Presiden Putin, seperti dikutip dari Sputnik News:

“Sepuluh hari berturut-turut siang dan malam, Bapak Presiden, mulut anak-anak hanya diisi dengan tanah bukan susu, sementara puing-puing dan batu menghantam kepala dan tubuh mereka. Ibu dan ayah mereka mengerang dan berteriak dari bawah reruntuhan, dengan air mata mereka menangis untuk menghentikan tindakan terorisme yang belum pernah dilihat umat manusia sepanjang sejarah 7.000 tahun,”.

Partai itu meminta Putin untuk menghentikan pertempuran yang saat ini sedang berlangsung di Aleppo dan menyarankan jika Rusia dan Amerika Serikat bekerja sama maka perdamaian di Suriah akan cepat dipulihkan. []


Artikel Terkait :

About Tia Apriati Wahyuni

Check Also

Bahaya Menelepon Saat Hujan, Wajib Tahu

Jadi berhati-hatilah menelepon di saat hujan apalagi disertai dengan petir. Bisa-bisa Anda kehilangan nyawa karena hal sepele tersebut.

One comment

  1. Meskipun mampu mengabdi kpda orang tua, anak aleppo memilih lapar dripada meminta. Sebab ketika anak2 telah melakukan hal2 baik maka kewajiban orang tua untuk memperhatikan mereka

    http://www.inspiradata.com/makan-tanah-ini-yang-pernah-dialami-anak-anak-aleppo/

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *