makanan, diabetes, Makanan bagi Penderita Diabetes, Ini Dia
Unik, Informatif , Inspiratif

Makanan bagi Penderita Diabetes, Ini Dia

0

Tak ada satu makanan yang mengandung semua zat gizi yang mampu membuat seseorang untuk hidup sehat dan produktif. Karenanya, setiap orang termasuk penyandang Diabetes Melitus (DM), aneka ragam makanan akan menjamin terpenhinnya kecukupan sumber zat tenaga, zat pembangun, dan zat pengatur.

  • Sumber zat tenaga antara lain beras, jagung, gandum, ubi kayu, ubi jalar, sagu, dan mie. Minyak, margarine, dan santan yang mengandung lemak juga menghasilkan tenaga. Makanan sumber tenaga akan menunjang aktivitas anda sehari-hari.
  • Sumber zat pembangun. Makanan sumber zat pembangun yang berasal dari bahan makanan nabati adalah kacang,-kacangan, tempe, tahu,. Sumber yang berasal dari hewan adalah telur, ikan, ayam, daging, susu, serta olahannya, seperi keju. Zat pembangun berperan sanggat penting untuk pertumbuhan dan perkembangan kecerdasan seseorang.
  • Sumber zat pengatur adalah sayur-sayuran dan buah-buahan. Makanan ini mengandung sebagai vitamin untuk melancarkan bekerjanya fungsi organ-organ tubuh.

BACA JUGA: Ini Gejala-gejala Diabetes Melitus

Keaneka ragaman makanan dalam hidangan sehari-hari harus berasaal dari makan sumber zat tenaga, pembangun, dan pengatur. Setiap kali makan, baik makan siang maupun makan malam, sebaiknya hidangan terdiri dari makanan pokok, lauk pokok, sayuran, dan buah.

Makanlah untuk memenuhi kecukupan energi (pertahankan berat badan normal).

Agar dapat melaksanakan kegiatan sehari-hari, seperti bekerja, berolahraga, dan kegiatan lain, setiap orang perlu makanan yang cukup energi ditandai dengan berat badan yang normal. Oleh karena itu capai dan pertahankan berat badan normal.

Kelebihan gizi terutama makanan tinggi lemak dan rendah karbohidrat, dapat menimbulkan kegemukan yang berujung timbulnya DM. beberapa penelitian menunjukan bahwa penurunan berat badan sedang pada orang gemuk dan kemudian dipertahankan dapat menurunkan risiko timbulnya DM tipe 2.

Mempertahankan berat badan normal atau ideal sesuai dengan umur dan tinggi badan diperlukan untuk pencegahan DM.  Peningkatan aktivitas fisik dan mengurangi makan adalah cara yang baik untuk penurunan berat badan. Kebutuhan enegi seorang bergantung pada usia, jenis kelamin, berat badan, tinggi badan dan kegiatan fisik, keadaan penyakit dan pengobatannya.

BACA JUGA:

Makanlah makan sumber karbohidrat sebagian dari kebutuhan energi. Terdapat tiga kelompok karbohidrat, yaitu karbohidrat kompleks, sederhana, dan serat.

1.Karbohidrat Kompleks (tepung-tepungan)

Makanan sumber karbohidrat kompleks adalah padi-padian ( beras, jagung, gandum), umbi-umbian ( singkong, ubi jalar, kentang), sagu, dan sebaginya. Makanan tersebut mengandung zat gizi lain selain karbohidrat. Proses pencernaan dan penyerapan karbohidrat kompleks di dalam tubuh berlangsung lebih lama dari karbohidrat sederhana sehingga dengan mengonsumsi karbohidrat kompleks, orang tidak segera lapar.

2.Karbohidrat sederhana

Karbohidrat sederhana alamiah terdapat pada buah, sayuran, dan susu. Bahan makanan tersebut selain mengandung karbohidrat, mengandung zat gizi lain yang sangat bermanfaat. Karbohidrat saederhana yang diproses seperti gula, madu, sirup, bolu, selai, dan lainnya langsung diserap dan digunakan tubuh sebagai energi, sehingga cepat menimbulkan rasa lapar.

Gula tidak mengandung zat gizi lain, hanya karbohidrat. Konsumsi gula yang berlebih dapat mengurangi peluang terpenuhinya zat gizi lain. Menurut penelitian, tidak ada hubungan langsung antara asupan gula dengan timbulnya DM tipe 2. Namun demikian, makanan dengan kandungan gula tinggi sering juga mengandung lemak yang tinggi sehingga dapat mengakiibatkan kegemukan.

3.Serat

Makanan yang menghasilkan serat dalah sayuran dan buah. Serat adalah bagian karbohidrat yang tidak dapat dicerna. Kelompok ini banyak terdapat pada buah, sayuran, padi-padian, produk sereal, susu, daging dan lemak tidak mengandung serat.

BACA JUGA: 4 Jenis Makanan Sehat yang Dianjurkan Alquran

Serat terdiri jenis, yaitu serat larut ( pembentuk gel) seperti pectin dan guargum, dan serat tidak larut seperti selulose dan bran. Kedua jenis serat ini banyak terdapat pada padi-padian, kacang-kacangan, tempe, sayuran, serta buah. Makan cukup serta memberikan keuntungan sebagai berikut

  • Perasaan kenyang dan puas yang membantu mengendalikan nafsu makan dan penurunan berat.
  • Makanan tinggi serat biasanya rendah kalori
  • Membantu buang air besar secara teratur
  • Menurunan kadar lemak darah yang dapat meningkatkan risiko terjadinya penyakit jantung, yaitu kolestrol dan trigiserida darah
  • Batasi konsumsi lemak, minyak, dan santan sampai seperempat kecukupan energi.

Lemak dan banyak dalam makanan berguna untuk memenuhi kebutuhan energi, membantu penyerapan vitamin A. D, D, E dan K, serta menambah lezatnya makanan. Tinggal di pedesaan, konsumsi lemak masih sangat rendah sehingga perlu ditingkatkan. Untuk konsumsi lemak pada penduduk perkotaan justru sudah harus diwaspadai karena cenderung berlebihan. Kebiasaan mengonsumsi lemak hewani berlebihan dapat menyebabkan penyempitan pembuluh darah arteri dan penyakit jantung koroner.

Membiasakan makan ikan dapat mengurangi risiko menderita penyakit jantung koroner karena lemak ikan mengandung asam lemak omega- 3. Mengurangi asupan lemak, terutama lemak jenuh, dapat menuunkan risiko DM. beberapa contoh sumber asupan lemak adalah makanan yang dimasak dengan banyak minyak, mentega ataupun santan, lemak hewan, susu dan krim.

Gunakan Garam Beryodium

Konsumsi natrium dalam garam dapur (natrium klorida) yang berlebihan dapat memicu terjadinya penyakit darah tinggi. Anjuran asupan natrium untuk penduduk biasanya tidak lebih dari 3000 mg perhari, yaitu kira-kira 1 sendok teh yang digunakan dalam memasak.

BACA JUGA:  Riset: Cokelat Bisa Obati Diabetes Tipe 2

Lakukan kegiatan fisik dan olah raga secara teratur

Kegiatan fisik dan olahraga bermanfaat bagi setiap orang karena dapat meningkatkan kebugaran; mencegah kelebihan berat badan; meningkatkan fungsi jantung, paru, dan otot; serta memperlambat proses penuaan. Olahraga harus dilakukan secara teratur. Beragam dan takaran olahraga berbeda menurut usia, jenis kelamin, jenis pekerjaan, dan kondisi kesehatan.

Apabila pekerjaan sehari-hari seseorang kurang memungkinkan gerak fisik, upayakan berolahraga secara teratur atau melakukan kegiatan lain yang setara. Kegiatan lain yang bisa dilakukan, misalnya membiasakan diri naik turu tangga 2-6 lantau serta bertahap dan teratur. Dan tidak lupa untuk mengonsumsi kanggen water air cukup 2,4 liter perhari. Selain itu,  terapi bekam sebulan sekali agar tubuh selalu sehat. Semoga jawaban yang saya sampaikan bemanfaat untuk semua pembaca. Wallahualam. []

SUMBER: MEDICASTORE.COM


Artikel Terkait :

Leave A Reply

Your email address will not be published.