Media Sosial
Foto: Itcermat.com

Makin Marak Curhatan di Medsos, Ini Komentar Psikolog

Media Sosial
Foto: Itcermat.com

INSPIRADATA. Fenomena yang kini tengah marak ialah fenomena curhat di media sosial.

Semakin banyak platform media sosial, semakin banyak pula cara seseorang curhat atau mengekspresikan perasaannya melalui status atau foto di media sosial.

Mereka meyakini bahwa melampiaskan stres di media sosial dapat menjadi cara efektif untuk meredakannya.

Lantas bagaimana pandangan pakar psikologi mengenai fenomena ini?

Psikolog Universitas Indoensia Endang Marian Rahayu membantah bahwa curhat di media sosial dapat menurunkan stress seseorang.

“Teman di dunia maya dan di dunia nyata berbeda. Ketika kita melampiaskan emosi di media sosial maka ada teman atau pihak yang memberi komentar. Kalau komentarnya negatif maka justru dapat menambah stres dan tidak menyelesaikan masalah,” ujarnya seperti dikutip dari Suara.com, Jum’at (24/3/2017).

Endang menyarankan, daripada curhat di media sosial, lebih baik bercerita kepada teman terdekat secara langsung atau tatap muka.Cara ini sudah terbukti menurut penelitian dapat menurunkan risiko stres daripada curhat di media sosial.

“Makanya perempuan itu sering curhat kalau sedang stres. Beda dengan lelaki yang mungkin dianggap cengeng kali ya kalau cerita. Ini juga alasan mengapa bunuh diri lebih sering dilakukan lelaki dibanding perempuan, karena kaum hawa lebih mampu merilis stres,” pungkas Endang. []


Artikel Terkait :

About Eki Baehaki

Check Also

Entah Apa yang Merasuki Pria Ini, 2 Bulan Tinggal di Tong Setinggi 25 Meter

Sebelumnya, rekor tersebut dipegang oleh dirinya sendiri pada 1997. Ketika itu, dia tinggal di dalam tong selama 54 hari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *