Zakat
Foto: Zakat

Mana yang Harus Didahulukan Antara Pajak dengan Zakat?

Zakat
Foto: Zakat

INSPIRADATA. Perintah zakat dalam Islam ini secara implisit menunjukkan bahwa umat Islam sesungguhnya harus gigih agar bisa menjadi kaya dalam arti tidak bergantung kepada orang lain dan dapat membantu orang lain.

Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya kesempurnaan Islam kalian adalah bila kalian menunaikan zakat bagi harta kalian.” (HR Imam Bazzar).

Dilansir oleh Hal Halal, Zakat merupakan salah satu rukun Islam yang memiliki dimensi ketuhanan dan dimensi kemanusiaan. Karena zakat merupakan simbol ketaatan dan wujud rasa syukur hamba kepada Tuhannya. Dengan zakat pula dapat dijadikan sarana untuk memupuk kepedulian terhadap sesama.

“Al-Quran menyebut 28 kali kalimat zakat dengan shalat. Ini menjadi bukti bahwa zakat wajib bagi setiap Muslim. Bahkan Khalifah Abu Bakar Ash-Shiddiq ra sampai memerangi siapapun yang tidak membayarkan zakat,” ujar Dosen ekonomi Syariah Universitas Muhammadiyah Jakarta Dr. Sulaiman Jajuli.

Sulaiman berpendapat, membayar zakat di lembaga amil zakat akan lebih baik karena akan lebih tertib dan terarah manajemennya. Sebagai contoh di negara Timur Tengah yang menjadikan zakat sebagai instrumen penting dalam pemberdayaan ekonomi ummat. Sekolah dari SD sampai perguruan tinggi di sana gratis.

Di samping ketaatan kita kepada Allah SWT, juga ada kewajiban lain untuk taat kepada ulul amri, atau penguasa. Dimaksudkan di sini adalah kepatuhan terhadap negara.

Allah SWT berfirman, “Wahai orang-orang yang beriman! Taatilah Allah dan taatilah Rasul (Muhammad), dan ulil amri (pemegang kekuasaan) di antara kamu.” (QS. An-Nisa: ayat 59).

Dalam sejarah pemikiran ekonomi Islam selain zakat juga ada pajak bumi/tanaman (Kharaj), pajak perdagangan/bea cukai (Usyur), dan pajak jiwa terhadap non Muslim yang hidup di dalam naungan pemerintah Islam (Jizyah).

“Membayar pajak itu wajib sebagai bentuk ketaatan kita kepada pemerintah atau ulil amri,” kata Sulaiman.

BACA JUGA: 

Mana Harus Duluan, Bayar Zakat atau Bayar Utang?

Mualaf Berganti Nama, Tradisi atau Syarat Masuk Islam?

Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa zakat dan pajak sama-sama wajib dalam bidang harta menurut Islam. Namun, walaupun wajib keduanya memiliki sifat dan asas yang berbeda, berbeda sumbernya, sasarannya, bagiannya, dan kadarnya. Di samping itu berbeda pula dalam prinsip, tujuan dan jaminannya. []


Artikel Terkait :

About Nabila Maharani

Check Also

Ka’bah Selalu Dijaga, Mengapa di Akhir Zaman Bisa Dihancurkan?

Bagaimana mungkin Ka’bah bisa dihancurkan sedang Allah telah menjadikan Mekkah sebagai Tanah Suci yang aman?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *