Manfaatkan Teras Rumah, Ade Pujiati Rintis SMP ‘Gratis’ Ibu Pertiwi

sekolah-teras-ade_pujiatiINSPIRADATA. Ade Pujiati, wanita 47 tahun asal Jakarta ini bersikukuh mendirikan sebuah sekolah gratis. Tidak jauh-jauh, di teras rumahnya sendiri. Ini dipicu karena sikap kritisnya terhadap program-program sekolah gratis dari pemerintah. Menurutnya, hanya segelintir orang saja yang benar-benar dapat menikmati program pemerintah tersebut.

Ia pun berinisiatif untuk membuka sendiri sekolah gratis. Ade Pujiati, salah satu penerima Indihome Woman Awards 2013 itu telah berulangkali mengajukan permohonan pembukaan sekolah gratis ke dinas pendidikan setempat. Namun selalu ditolak. Hingga akhirnya, setelah sedikit menggertak, permohonan sekolah gratisnya diterima. Bukan dengan bermodal gedung megah dan fasilitas mewah, namun hanya di teras rumah saja.

Meskipun demikian, dengan keterbatasan fasilitas ini, Ade Pujiati memberikan pendidikan berstandard internasional. Dia berkonsultasi dengan adik-adiknya yang berada di Jepang untuk menemukan sistem pendidikan terbaik yang diberikan kepada anak didiknya.

Sekolah gratis itu bernama SMP Gratis Ibu Pertiwi.  Ade Pujiati yang merupakan lulusan Universitas Indonesia Jurusan Sastra Inggris itu memberikan semuanya gratis dari ujung kepala hingga ujung kaki. Mulai dari keperluan seragam hingga makanan dan bahkan susu. Peserta didiknya adalah anak-anak yang datang dari keluarga kurang mampu di daerah Jakarta Selatan.

sekolah-terasDengan kerja keras dan kegigihan tekadnya, SMP Ibu Pertiwi ini akhirnya mendapatkan ijin resmi dan berinduk ke SMPN 67 Jakarta Selatan.  Lulusannya sudah mencapai 21 siswa yang sebagian melanjutkan ke tingkat pendidikan lebih lanjut. Selain memberikan pendidikan formal, di sekolah gratis ini, Ade Pujiati juga memberikan beberapa kursus keahlian yang menjadi modal bagi anak didiknya untuk hidup mandiri.

Usaha keras Ade Pujiati bagi pendidikan di Indonesia patut diapresiasi. Hanya dengan bergerak dan bertindaklah, keadaan bisa dirubah.[]


Artikel Terkait :

About Susanti

Check Also

fungsi pangkal tusuk gigi

Di Balik Populernya Tusuk Gigi di Dunia, Ini Sejarahnya

Sekitar tahun 1870, ia mampu memproduksi jutaan tusuk gigi kayu dalam satu hari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *