Unik, Informatif , Inspiratif

Mantan Politisi Belanda Yang Anti Islam Kini Jadi Mualaf

0

Banyak teman dan koleganya yang terkejut. Joram van Klaveren Mantan politisi Belanda sayap kanan membuat banyak teman dan koleganya terkejut. Hal itu disebabkan Joram van Klaveren menyatakan telah masuk Islam.

Keterkujtan koleganya dapat dipahami, karena Joram van Klaveren dulunya adalah mantan anggota parlemen sayap kanan Belanda dan tangan kanan politisi anti-Islam Geert Wilders.

Sebelumnya Joram van Klaveren dikenal karena mengatakan bahwa Islam adalah “kebohongan” dan Al-Quran adalah “racun.”

Saat menjadi anggota parlemen untuk Partai Kebebasan Wilders (PVV), Joram van Klaveren melakukan kampanye tanpa henti di Majelis Rendah melawan Islam di Belanda.

Saat Joram van Klaveren menjadi anggota parlemen sayap kanan, menurut harian Algemeen Dagblad (AD “garis keras memohon untuk melarang burqa dan minaret, dengan mengatakan ‘kami tidak ingin ada Islam, atau setidaknya sesedikit mungkin di Beland.”

BACA JUGA: Petinju yang Pernah Mengalahkan Tyson Ini Masuk Islam Saat Dengar Adzan

Perubahan pandangan terhadap Islam terjadi saat van Klaveren menulis buku anti-Islam. Selasa (05/02), ia mengatakan kepada NRC Handelsblad, bahwa isi bukunya justru “menjadi bantahan atas keberatan yang dimiliki non-Muslim” terhadap agama Islam.

Dalam wawancara dengan Tijs van den Brink di NPO Radio 1, van Klaveren menyatakan perubahan hatinya.

“Jika Anda percaya bahwa ada satu Tuhan dan bahwa Muhammad adalah salah satu nabi, selain Yesus dan Musa, maka Anda secara resmi adalah seorang Muslim,” tutur van Klaveren tegas.

Dalam wawancara tersebut, NRC menambahkan bahwa van Klaveren masuk Islam 26 Oktober tahun lalu, menjelang rilis bukunya yang berjudul: “Murtad: Dari Kristen ke Islam di Masa Teror Sekuler.”

Van Klaveren dibesarkan dalam lingkungan Kristen Protestan dan Kristen Ortodoks. Ketika ditanya bagaimana perasaan istrinya tentang hal itu, van Klaveren mengatakan kepada NRC bahwa dia baik-baik saja.

Joram van Klaveren menerangkan keikhlasan istrinya: “Istri saya menerima bahwa saya seorang Muslim. Jika saya bahagia, ia tidak akan menghentikan saya. Kebetulan, ia tidak pernah menentang Islam sepeti saya. Ia kurang senang bahwa saya bersama PVV. Tapi ini perjalanan kamu, ujarnya. ”

BACA JUGA: Roger Danuarta Masuk Islam, 10 Artis Ini Ternyata Lebih Dulu Mualaf

Sebelumnya, komentar kontroversial pemimpin PVV tahun itu ketika menanyakan kepada para pendukung apakah mereka menginginkan “lebih sedikit atau lebih banyak orang Maroko di kota Anda dan Belanda.” Pernyataan ini menyebabkan Van Klaveren berpisah dengan Wilders tahun 2014.

Akibat pernyataan diskriminasinya, Wilders dinyatakan bersalah pada tahun 2016 atas tuduhan diskriminasi. Hukuman saat ini sedang dalam proses naik banding.

Sekitar lima persen dari populasi Belanda yang berjumlah 17 juta orang adalah Muslim – sekitar 850.000 orang, menurut Biro Pusat Statistik Belanda (CBS).

Meskipun Wilders menentang Islam, agama ini terus berkembang. Para ahli memperkirakan jumlah itu akan berlipat ganda pada tahun 2050.[]

SUMBER: DW.COM


Artikel Terkait :

Leave A Reply

Your email address will not be published.

Kamu Sedang Offline