Manusia Pertama yang Terbang Jauh Sebelum Wright Bersaudara

 Di Indonesia kita mengenal Prof. DR. H. B.J. Habibie. Dalam sejarah barat kita mengenal Wright Bersaudara. Keduanya merupakan tokoh-tokoh yang memiliki jasa besar di bidang kedirgantaraan. Namun, ada satu tokoh yang harus kita ketahui karena jasanya di bidang ilmu pengetahuan dan kedirgantaraan dunia.

Ia bernama Abbas bin Firnas. Seorang ilmuan Islam yang hidup pada masa pemerintahan Dinasti Ummayah II di Spanyol. Abbas bin Firnas memulai petualangannya dalam ilmu pengetahuan dengan mempelajari Alquran di Kuttab wilayah Takurina. Setelah itu ia turut serta belajar di Masjid Kordoba untuk memperoleh pengetahuan Islam yang lebih luas. Ibnu Firnas menguasai banyak cabang ilmu pengetahuan.

Dalam banyak manuskrip sejarah Andalusia, diceritakan bahwa Ibnu Firnas adalah seorang yang bersemangat dalam mempelajari hikmah, filsafat, matematika, dan kedokteran. Ia juga suka dengan ilmu falak. Dan unggul dalam bidang Kimia, Teknik, dan Arsitektur. Kemudian, Abbas bin Firnas mencoba sesuatu yang baru, aerodinamika.

Abbas binf Firnas telah melakukan banyak riset dan penelitian. Ia telah mengkaji masa benda ketika dihadapkan dengan udara dan pengaruh tekanan udara terhadap benda di ruang hampa uadara. Berbekal dari penguasaan ilmu eksak, matematika, dan kimia, ia terus mengkaji masa benda. Sampai akhirnya ia melakukan eksperim menerbangkan diri.

Ibnu Firnas memakai semacam sayap burung lengkap dengan bulu-bulunya yang terbuat dari sutra. Yang telah ia hitung mampu menahan berat tubuhnya. Setelah persiapannya cukup, ia pun mengumumkan bahwa dirinya akan melakukan percobaan terbang. Penerbangan pertama tersebut disaksikan oleh banyak orang di Kordova.

Ibnu Firnasmemulai aksinya dengan menaiki tempat yang tinggi kemudian mengibaskan kedua sayapnya mengepak udara. Lalu ia terbang, melayang di atas udara. Sungguh ini merupakan pencapaian yang luar biasa melebihi apa yang dicapai oleh Wright Bersaudara 1000 tahun kemudian. Abbas bin Firnas terbang selama 10 menit, sedangkan Wright bersaudara terbang sekitar 12 detik.

Ibnu Firnas telah membuktikan bahwa benda padat bisa melayang di udara. Ia mampu menjadikan tubuhnya ringan dan menolak gravitasi bumi. Ketika ia meloncat dari tempat yang tinggi udara membawanya. Teori-teori dan praktik ini, kemudian terus dikembangkan menjadi penerbangan modern saat ini. Dan semua itu dimulai dari usaha dan semangat beliau dalam mempelajari ilmu agama serta kecintaannya dalam memperhatikan alam (langit) yang merupakan ciptaan Allah Ta’ala. []


Artikel Terkait :

About Saefullah DS

Check Also

Jangan Langsung Minum Air Dingin ketika Berbuka Puasa! Ini Akibatnya!

Langsung minum air es saat berbuka puasa ternyata tak baik bagi tubuh.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *