Unik, Informatif , Inspiratif

4 Masalah Kesehatan Ini, Mungkin Dihadapi Mahasiswa Baru

0

Menjadi seorang mahasiswa jauh sangat berbeda seperti saat menjadi murid SMA atau SMK, menjadi mahasiswa bukannya akan terhindar dari ujian namun ujian akan semakin meningkat.

Karena saat kita sudah menjadi mahasiswa, maka tingkatan level ujian kita semakin meningkat. Bukan hanya tentang hal prestasi akademik di kampus saja yang harus diperhatikan, namun juga kehidupan sosial pun haruslah diperhatikan. Karena keduanya itu sama penting.

Kehidupan saat menjadi mahasiswa baru pun pasti akan berisiko pada kesehatan tubuh, karena tubuh kita belum terbiasa dengan segala aktivitas baru tersebut yang ternyata aktivitas itu jauh berbeda dan lebih padat dari aktivitas saat masih di SMA.

1. Kenaikan berat badan
Ada sebuah studi yang melaporkan bahwa berat badan mahasiswa baru rata-rata bisa naik hingga 1,2 kg dalam waktu setengah tahun, dan dalam kurun waktu setahun bisa mengalami total kenaikan berat badan hingga 6,8 kg. Kenaikan berat badan pada umunya dipicu karena pola makan yang tidak seimbang, karena dapat menyebabkan defisiansi vitamin yang bisa mengganggu kesehatan tubuh. Risiko kesehatan ini dapat ditanggulangi dengan membatasi konsumsi makanan mengandung kalori tinggi, memperbanyak konsumsi makanan alami seperti sayuran dan buah, juga luangkan waktu untuk berolahraga minimal 30 menit per hari atau 2,5 jam per minggu.

2. Kurang tidur
Banyaknya kegiatan yang dilakukan saat pertama kali kuliah sering membuat kita menjadi kurang tidur, banyaknya tugas, kumpulan organisasi, kegiatan acara, kelas yang harus dihadiri, juga kumpul dengan teman. Kurang tidur dapat berdampak negatif pada tubuh kita, seperti membuat pikiran lebih mudah stres, mengantuk di kelas, sulit berkonsentrasi, juga dapat berdampak pada kenaikan berat badan. Ada baiknya Anda mulai memperbaiki pola tidur yang baik, seperti menerapkan prinsip sleep hygiene.

3. Stres
Penelitian terbaru menunjukan bahwa stress merupakan sesuatu yang umum dialami oleh mahasiswa dan secara signifikan mempengaruhi kemampuan akademis. Mengalami tekanan mental hingga depresi pada saat menjadi mahasiswa baru berkontribusi dalam penurunan performa akademis sebesar 2,9 – 4,9% dan penurunan indeks prestasi kumulatif (IPK) sebesar 0,2 – 0,3 pada akhir semester.

Satu studi di Amerika menunjukan risiko kematian pada mahasiswa lebih tinggi dibandingkan pada masyarakat umum pada kelompok umur yang sama. Penyebab kematian tertinggi pada mahasiswa adalah bunuh diri. Satu dari tiga kematian pada mahasiswa dialami oleh mahasiswa baru.

4. Munculnya perilaku berisiko
Bukan hanya gaya hidup yang tidak sehat, ancaman masalah kesehatan pun bisa berisiko dari perilaku yang berisiko seperti merokok, konsumsi alkohol serta penggunaan obat-obat terlarang. Mungkin memang hal itu bagi si penggunanya dapat memberikan efek nyaman, menenangkan diri juga, namun di balik itu semua terdapat risiko kesehatan yang berdampak buruk bagi tubuh. []

Sumber : Hellosehat.com


Artikel Terkait :

Leave A Reply

Your email address will not be published.