Masjid-Agung-Xian/Masjid Huajie

Masjid Huajie, Pusat Aktivitas Muslim di Barat Ibukota Cina

Muslim di Kota Xi’an, di Barat Beijing, Cina memiliki akar sejarah panjang. Muslim di Xi’an sudah memiliki masjid sejak tahun 742 M, yakni Masjid Agung Xi’an atau populer di kalangan warga sebagai Masjid Huajue.

Menurut Imam Masjid Huajue, Ding Ji Ping, masjid yang menjadi pusat kegiatan Muslim di Kota Xi’an ini dibangun pada masa Dinasti Ming dan dilanjutkan pada masa Dinasti Qing.

“Dari ukiran kayu pada bagian interiornya, masjid ini sudah berusia 1.275 tahun,” kata Ding Ji Ping saat ditemui di Masjid Huajue, di Kota Xi’an, Provinsi Shaanxi, Cina, Rabu (25/10/2017) lansir Republika.

Bangunan utama masjid ini berdindingkan kaligrafi ukiran kayu dengan tulisan Alquran. Masjid ini menempati lahan seluas 12 ribu meter persegi. Kini di area masjid terdapat 12 bangunan dengan lima halaman rumah.

Pada 1956, masjid ini dinyatakan sebagai situs budaya dan bersejarah yang dilindungi di tingkat Provinsi Shaanxi. Kemudian, pada 1988 dinaikkan statusnya menjadi tingkat nasional. Masjid Agung Xi’an menjadi pusat kegiatan beribadah bagi Muslim Cina, utamanya etnis Hui.

Ding Ji Ping yang memiliki nama Islam, yakni Ismail ad-Din ini mengungkapkan, terdapat sekitar 150 masjid beragam ukuran, kecil maupun besar, berusia tua maupun muda, di seluruh wilayah Shaanxi. Adapun di Xi’an ada 26 masjid. Masjid tertua dan terbesar adalah Masjid Agung Xi’an atau the Great Mosque of Xi’an ini.

Saat ini di Provinsi Shaanxi terdapat sekitar 150 ribu Muslim. Sebanyak 90 ribu di antaranya tinggal di Kota Xi’an, ibu kota Provinsi Shaanxi.

Pemerintah Cina, katanya, menjamin kebebasan beragama tersebut sesuai dengan aturan perundangan yang berlaku.

“Tiap hari kami bisa shalat lima waktu berjamaah. Tiap tahun bisa berpuasa Ramadhan. Banyak juga Muslim di sini yang mau berangkat haji setiap tahunnya,” kata Ding Ji Ping.

Masjid Agung Xi’an dinamakan juga sebagai Masjid Huajue karena lokasinya berada di Jalan Huajue nomor 30. Untuk masuk ke masjid mesti melewati kampung Muslim, wilayah pertokoan yang banyak menjual berbagai kuliner halal dan suvenir khas Muslim Cina. Mulai dari berbagai jenis perhiasan, baju, hingga makanan.

Dibutuhkan waktu sekitar 10 menit dari gerbang depan kampung Muslim untuk bisa sampai di depan gerbang masjid. Mobil tidak bisa masuk hingga depan masjid karena jalan menuju masjid hanya bisa dilewati dengan berjalan kaki atau menaiki sepeda. []


Artikel Terkait :

About Al Mutafa-il

Bangkit, bangun, bergerak dan kembali bersinar

Check Also

Obbie Mesakh, Raja Pop 80-an

Hampir semua artis yang ia orbitkan berhasil menjual lebih dari 400.000 keping CD.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *