Unik, Informatif , Inspiratif

Masuk Daftar 200 Mubaligh Rekomendasi Kemenag, Ustaz-Ustaz Ini Justru Menolak dan Minta Namanya Dicabut

0

Kementerian Agama telah merilis 200 nama mubaligh atau penceramah yang direkomendasikan. Dari 200 daftar tersebut, sejumlah ustaz justru merasa tak pantas masuk di dalamnya.

Bahkan, ada pula yang dengan tegas menyatakan namanya ingin dicabut.

Dilansir dari Tribunnews, berikut beberapa di antara ustaz yang namanya ingin dicabut dari daftar 200 penceramah Kemenag:

1. Yusuf Mansur

Masuk dalam daftar penceramah rekomendasi Kemenag, Ustaz Yusuf Mansur menyatakan jika dirinya tak pantas.

Ia juga mengungkapkan harapannya agar tidak ada kegaduhan akibat terbitnya nama-nama tersebut.

Yusuf Mansur mengaku jika dirinya tak ingin masuk dalam daftar 200 nama penceramah yang dirilis oleh Kemenag.

Menurutnya, dengan adanya nama-nama tersebut justru membuat para penceramah bisa terbelah.

“Ga kepengen jg saya, dan kyknya kwn2 semua yg ada di daftar itu, kemudian menjadi terbelah, menjadi bersebrangan, dg beliau2, yg lbh arif, lbh bijak, lbh ‘aalim, lbh saleh.

Akhirnya merugikan dakwah yg lapangannya semakin menantang dan perlu kerjasama semua pihak.

Dan kepada seluruh masyarakat di bawah, semoga jg tetap tenang. 
Tidak memandang ini sebagai sebuah masalah.

Jgn ampe ada penolakan thd yg tdk direkomendasi jg.

Mengingat Indonesia Raya begitu luas.

Dari Sabang sampe Merauke, Aceh sampa Papua.

Mana bisa hanya ditangani oleh 200 nama yg direkomendasi.

Saya lbh senang dan lbh tentram, tidak ada di daftar nama.

Bukan krn ga suka dan tdk berterima kasih.

Tp lbh krn saya, msh santri, msh belajar, dan begitu banyak salah dan ketidakmampuannya.

Malu rasanya sama senior2 yg justru ga masuk.

Kepada Allah, kita semua berserah diri dan berdoa.

Semoga setelahnya, ga ada masalah dan urusan yg macem2 yg nambah PR kita semua.

2. Fahmi Salim

Ustaz Fahmi Salim dengan tegas meminta agar namanya dicabut dari daftar rekomendasi 200 penceramah oleh Kemenag.

Ustaz Fahmi Salim mengaku tidak membutuhkan formalitas pengakuan dari pihak mana pun untuk menyampaikan dakwahnya.

“Abangda Dr. Adhyaksa Dault menyimak serius sikap saya terkait rilis daftar 200 penceramah terekomendasi oleh Kemenag RI.

Intinya dengan berat hati saya tegaskan, saya meminta Sdr. Menteri Agama RI untuk mencabut nama saya dari daftar tersebut karena berpotensial menimbulkan syak wasangka, distrust di antara para muballigh dan dai, dan saya tak ingin menjadi bagian dari kegaduhan tersebut yang kontraproduktif bagi dakwah Islam di tanah air.

Biarkanlah saya menjadi diri saya sendiri, apa adanya, sebagai seorang dai.

Saya tidak perlu formalitas pengakuan dari pihak manapun. 
Karena saya sadar sesadar-sadarnya bahwa dakwah adalah amanah yang besar dan tanggung jawab di hadapan Allah dan ummat.

Saya telah terima dengan ikhlas pencoretan nama saya dari daftar pengisi tausiyah Ramadhan di masjid lembaga tinggi negara setingkat kementerian tahun lalu 2017 dan bahkan dicoret pula dari pengisi kajian rutin tiap bulan.

Insya Allah saya memiliki idealisme dalam berdakwah yang tak bisa diatur atau dibeli oleh siapapun dengan harga dunia berapapun. Kecintaan saya kepada NKRI pun tak usah dipamerkan dan diteriakkan.

Silakan simak isi khutbah, ceramah dan tausiyah kajian saya, wawancara di media online dan cetak, bahkan di seminar atau konferensi yang saya ikuti.

Demikian rilis saya terkait kontroversi daftar 200 penceramah versi Kemenag yang dirilis kemarin hari Jum’at, 18 Mei 2018.

Billahi fi Sabil al-Haqq,” tulisnya

2. Dahnil Anzar Simanjutak

Nama Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah, Dahnil Anzar Simanjutak juga turut masuk dalam daftar 200 nama mubaligh atau penceramah rekomendasi Kemenag.

Dahnil Anzar menyebutkan sejumlah nama-nama besar yang tak masuk dalam daftar, seperti Ustaz Abdul Somad hingga Ustaz Adi Hidayat.

Dahil mengaku dirinya kurang pantas berada dalam daftar tersebut.

@Dahnilanzar: Ustadz berilmu tinggi dan berakhlak baik seperti Abdul Somad, Adi Hidayat dan banyak Ustadz2 lain yang tinggi komitmen kebangsaannya pantas didengar oleh Umat.

Jadi, tdk perlu menghidangkan selera satu kelompok kepada kelompok lain.

Kemenag penting mendengar semua pihak.

@Dahnilanzar: UAS, Adi Hidayat dan ustadz yg berilmu tinggi lainnya pantas didengar oleh Umat,

justru terus terang sy merasa tdk pantas ada dilist tsb, karena bnyk sekali yg hrs sy pelajari, dan sy bkn ahli agama sprt UAS dan Adi Hidayat serta Ustadz baik lain yg ada dilist kemenag tsb.

 

@Dahnilanzar: Pemerintah melalui Kemenag bisa membangun Dialog dengan para Muballigh sampaikan keresahan obyektif pemerintah, dan para Muballigh jg bs menyampaikan hal yg sama,

tanpa perlu membuat daftar rekomendasi yg cenderung Monolog, yang penuh curiga dan berpotensi memecah belah. []

 


Artikel Terkait :

Leave A Reply

Your email address will not be published.