Makan Daging Buaya, Halal atau Haram?

0

Buaya merupakan hewan melata yang sangat ganas, karena memiliki taring-taring yang banyak dan tajam. Namun tak ada dalil yang tepat mengenai haramnya buaya seperti halnya babi, dalam Islam. Bagaimana menurut pandangan ulama?

Ibnu Qudamah (w. 620 H) salah satu ulama rujukan dalam mazhab Al-Hanabilah menuliskan di dalam kitabnya, Al-Mughni tentang hukum memakan buaya sebagai berikut :

فأمَّا التمْسَاحُ فقدْ نقِلَ عَنهُ مَا يَدُلُّ عَلَى أَنهُ لا يُؤكَل

Buaya itu hukumnya sebagai dinukil dari beliau tidak boleh dimakan.

Di dalam kitab yang lain, yaitu Al-Kafi fi Fiqhi Al-Imam Ahmad, beliau juga menuliskan hal yang senada :

وكره أحمد  التمساح لأنه ذو ناب فيحتمل أنه محرم لأنه سبع

Imam Ahmad memakruhkan buaya kerena bertaring sehingga dimungkinkan haram hukumnya karena termasuk hewan buas.

Al-Mardawi (w. 885 H), seorang ulama besar lainnya dalam mazhab Al-Hanabilah menuliskan tentang hukum memakan buaya ini di dalam kitabnya, Al-Inshaf fi Ma’rifatirrajih Minal Khilaf sebagai berikut :

وَأَمَّا التمْسَاحُ: فجَزَمَ المُصَنفُ هُنَا: أنهُ مُحَرَّمٌ وَهُوَ الصَّحِيحُ مِنْ المَذهَبِ

Adapun buaya maka mushannif menetapkan hukumnya haram dan itu adalah fatwa shahih dari mazhab (Hambali).

 

Al-Buhuti (w. 1051 H), yang juga merupakan ulama besar dalam mazhab Al-Hanabilah menuliskan di dalam kitabnya yang terkenal, Ar-Raudh Al-Murbi’ Syarah Zadul Mustaqni’ tentang hukum memakan buaya sebagai berikut :

 

ويباح حيوان البحر كله) لِقَوْلِهِ تَعَالَى أُحِلَّ لَكُمْ صَيْدُ الْبَحْرِ (إلا الضفدع) لأنها مستخبثة (و) إلا (التمساح) لأنه ذو ناب يفترس به

Dan dihalalkan seluruh hewan laut berdasarkan firman Allah  SWT : (dihalalkan hasil tangkapan laut), kecuali katak karena dianggap khabats (jorok/menjijikkan) dan buaya karena punya taring untuk mengoyak mangsanya. []

loading...
loading...
Comments
Loading...