Foto: Kingofwallpapers

Memaknai Balon dari Beberapa Sudut

“Dan janganlah engkau memalingkan wajahmu dari manusia (karena sombong), dan janganlah berjalan dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang yang angkuh dan menyombongkan diri.” (QS. Luqman: 18).

Hendaknya manusia belajar dari balon, memaknai kehidupan dari sebuah balon. Bahwa setiap melihat balon mengandung komposisi balon gas dan sifat sombong itu sama. Mungkin sombong juga tersusun dari nitrogen, hidrogen dan helium. Gas-gas yang sering ada di balon udara hingga membuat mereka yang mengidap sifat sombong seringkali besar kepala lalu hati melayang tinggi, lupa menapaki tanah dan akhirnya meremehkan orang lain, Happy Islam.

Disisi lain memaknai balon menurut sejarahnya, pertama kali ditemukan oleh Michael Faraday pada 1824. Bahan balon yang digunakan pada saat itu terbuat dari karet. Faraday melakukan eksperimen dengan mengisi gas hidrogen pada balon tersebut.

Dalam pengujian, ternyata balon yang diisi hidrogen mudah terbakar. Faraday kemudian menggantinya dengan helium. Penemuan balon tersebut kemudian berkembang untuk digunakan di bidang lain.

Sedangkan Terry Pratchett, seorang penulis asal Prancis pernah mengungkapkan makna balon.

“Ada waktunya dalam kehidupan, seseorang tahu kapan tidak melepaskannya. Balon dirancang untuk mengajarkan anak-anak kecil tentang hal ini,” kata Terry.

Sedangkan menurut ajaran Nasrani, Balon juga dapat disimbolkan sebagai perdamaian. Seperti yang dilakukan di Vatikan pada 2015. Ratusan balon dilepas ke udara Vatikan sebagai simbol perdamaian menggantikan burung merpati, demikian mengutip dari Detik. []


Artikel Terkait :

About Saefullah DS

Check Also

fungsi pangkal tusuk gigi

Di Balik Populernya Tusuk Gigi di Dunia, Ini Sejarahnya

Sekitar tahun 1870, ia mampu memproduksi jutaan tusuk gigi kayu dalam satu hari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *