Unik, Informatif , Inspiratif

Memanfaatkan Lahan yang Mati, Bolehkah?

0

Dunia memanglah tempat sementara. Tapi, apa yang ada di dalamnya harus kita pergunakan semaksimal mungkin. Sebab, Allah menciptakan segala sesuatu di muka bumi ini, tiada lain untuk memenuhi kebutuhan manusia. Dan tugas kita hanyalah memakmurkannya.

Bumi ini cukup luas bagi kita. Masih ada lahan-lahan kosong yang bisa dijadikan sebagai tempat bagi kita untuk memakmurkan bumi ini. Dengan begitu, orang lain pun akan merasakan keberkahan dari apa yang kita lakukan tersebut. Seperti halnya ihyatul mawat. Apa itu?

BACA JUGA: Andai Sampah Bisa Jadi Lahan Hunian

Ihyatul mawat ialah orang muslim pergi ke tanah yang tidak dimiliki siapapun, kemudian memakmurkannya dengan menanam pohon di dalamnya, atau membangun rumah di atasnya, atau menggali sumur untuk dirinya dan menjadi milik pribadinya.

Lantas, apakah hal ini diperbolehkan?

Ihyatul mawat diperbolehkan. Karena Rasulullah ﷺ bersabda, “Barangsiapa menghidupkan lahan mati, maka lahan mati tersebut menjadi miliknya,” (Diriwayatkan Ahmad dan At-Tirmidzi yang menshahihkannya).

BACA JUGA: Kurang Lahan, Singapura Bakal Bangun Kota Bawah Tanah

Maka, ketika kita menemukan suatu lahan yang tak terpakai, dan diabaikan oleh orang lain, makmurkanlah lahan itu. Jika memang kita mampu melakukannya. Jangan biarkan lahan itu tak terpakai.

Sebab, lahan itu ada untuk dipergunakan. Dengan begitu, Anda bisa membuat suatu perubahan pada lahan tersebut agar lebih bermanfaat. Baik itu untuk diri Anda sendiri maupun orang lain. []

Sumber: Ensiklopedi Muslim Minhajul Muslim, Oleh: Abu Bakr Jabir Al-Jazairi, Darul Falah


Artikel Terkait :

Leave A Reply

Your email address will not be published.