katak iblis
Foto: newatlas.com

Memangsa Dinosaurus, Hewan Purba Ini Disebut “Katak Iblis”

Dinosaurus ialah hewan purba yang sangat besar pada masanya. Tetapi. ini tak membuat dinosaurus tak terancam oleh hewan lainnya. Tim peneliti dari Australia, Amerika Serikat dan Inggris menemukan, dinosaurus dahulu malah dimangsa katak purba. 

Katak purba ini juga berukuran lebih besar dan lebih mengerikan dibanding dengan katak kini yang berukuran kecil.

New Atlas mengabarkan pada Jumat 22 September 2017 bahwa tim peneliti dari University of Adelaide (Australia),  California State Polytechnic University (AS) and University College London (Inggris) menemukan katak pemangsa dinosaurus. Hewan ini hidup sekitar 68 juta tahun lalu di Madagaskar. Peneliti memberi nama katak tersebut dengan Beelzebufo ampinga. Karena katak ini memangsa bayi dinosaurus, dan peneliti menyebut katak itu sebagai ‘katak iblis’. Katak raksasa ini ukurannya setara bola pantai.

Untuk sampai pada kesimpulan kekuatan ‘katak iblis’ tersebut, tim peneliti mengukur gigitan keturunan kerabat Beelzebufo ampinga yang masih hidup. Salah satu kerabat katak yang punah itu yakni katak bertanduk.

Dengan pengukuran itu, peneliti bisa memperkirakan bagaimana kekuatan rahang katak raksasa yang telah punah tersebut. Dalam pengukuran kekuatan katak kerabat Beelzebufo ampinga, tim peneliti menggunakan alat khusus yang terdiri dari dua pelat logam yang dilapisi dalam kulit. Perangkat ini bisa mengukur dengan akurat jumlah kekuatan yang digunakan katak bertanduk menggigit mangsanya.

“Tak seperti katak kebanyakan yang punya rahang lemah dan umumnya mengonsumsi mangsa kecil, katak bertanduk (katak raksasa itu) menyergap hewan yang sama besarnya. Katak ini memangsa ular, hewan pengerat lainnya,” jelas salah satu penulis studi, Marc Jones.

Dia menuturkan, rahang yang kuat dari katak bertanduk ini berperan penting dalam mendapatkan dan menaklukkan mangsanya.

Dalam studi tersebut, tim menemukan katak bertanduk yang kecil dengan ukuran kepalanya lebar 4,5 sentimeter, kekuatan gigitannya 30 N, setara dengan 3 kilogram. Menggunakan basis rasio kekuatan gigitan, ukuran kepala dan tubuh, tim peneliti kemudian memperkirakan kekuatan gigitan katak bertanduk yang lebih besar.

Hasilnya, katak bertanduk dengan ukuran lebar kepala 10 sentimeter, maka kekuatan gigitannya mencapai 500 N, yang mana bisa benar-benar menelan hewan dengan ukuran kepala yang sama.

Tim peneliti kemudian mengambil kesimpulan bahwa katak Beelzebufo ampinga.yang telah punah ini diperkirakan punya panjang antara 41 sentimeter dan bobotnya bisa mencapai 4,5 kilogram. Dengan ukuran itu, kekuatan gigitannya mampu mencapai 2200 N, atau setara dengan gigitan serigala.

“Dengan kekuatan gigitan itu, katak Beelzebufo mampu melumpuhkan dinosaurus kecil dan remaja,” ujar Jones, seperti dikutip dari Viva.co.id. []


Artikel Terkait :

About Fajar Zulfikar

Check Also

Jangan Langsung Minum Air Dingin ketika Berbuka Puasa! Ini Akibatnya!

Langsung minum air es saat berbuka puasa ternyata tak baik bagi tubuh.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *