, Memotong Kuku dalam Islam, Ini Adab-adabnya
Unik, Informatif , Inspiratif

Memotong Kuku dalam Islam, Ini Adab-adabnya

0

Sebagian dari kita sering menjaga kebersihan diri, termasuk kebersihan tangan sendiri. Tangan memiliki kuku lunak yang mudah tumbuh kembali. Oleh karena itu, kebanyakan orang sering memotong kuku ketika mencapai panjang tertentu. Dalam islam, kita dianjurkan untuk memotong kuku jari tangan maupun kaki. Islam melarang membiarkan kuku panjang dengan sengaja karena sama halnya dengan membiarkan menjadi sarang kotoran.

Selain itu, Islam juga memiliki adab-adab tentang memmotong kuku. Dalam islam pula, kita tidak bisa memotong kuku secara sembarangan. Misalnya, waktu yang digunakan saat memotong kuku bagi yang hendak berkurban saat Idul Adha.

Keutamaan Memotong Kuku dalam Islam

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Ada lima macam fitrah , yaitu : khitan, mencukur bulu kemaluan, memotong kumis, memotong kuku, dan mencabut bulu ketiak.” (HR. Bukhari no. 5891 dan Muslim no. 258)

Imam Nawawi rahimahullah berkata, “Adapun batasan waktu memotong kuku, maka dilihat dari panjangnya kuku tersebut. Ketika telah panjang, maka dipotong. Ini berbeda satu orang dan lainnya, juga dilihat dari kondisi. Hal ini jugalah yang jadi standar dalam menipiskan kumis, mencabut bulu ketiak dan mencabut bulu kemaluan.” (Al Majmu’, 1: 158).

Cara Memotong Kuku

Sunnahnya dengan mengikuti cara yang terdapat dalam Kitab Almajmu, yaitu: “Disunahkan untuk memulai dari tangan kanan kemudian tangan kiri, dari kaki kanan kemudian kaki kiri.”

Menurut Imam Nawawi, sunnah dalam memotong kuku dimulai dari tangan kanan yakni jari telunjuk, tengah, manis, kelingking, lalu jempol. Lalu dilanjutkan dengan memotong jari tangan kiri, mulai dari kelingking, manis, tengah, telunjuk, dan jempol.

Berikutnya kuku jari kaki, sunnahnya dimulai dari jari kelingking sebelah kanan sampai ke jempol. Kemudian kuku jari kaki kiri dimulai dari jempol sampai jari kelingking.

Hal tersebut tertuang dalam Kitab Fathul Bari, Imam Ibnu Hajar mengatakan; “Tidak ada satu pun hadis yang menjelaskan tentang tertib memotong kuku. Akan tetapi Imam Nawawi menegaskan dalam kitab Syarh Muslim, bahwa disunahkan untuk memulai dari jari telunjuk tangan kanan, tengah, manis, kelingking, dan jempol. Untuk jari tangan sebelah kiri dimulai dari jari kelingking, manis, sampai jempol. Untuk kaki dimulai dari jari kelingking sebelah kanan sampai ke jempol, dan kaki sebelah kiri dimulai dari jempol sampai jari kelingking.”

Waktu Memotong Kuku

Dalam islam, dilarang memelihara kuku panjang lebih dari 40 hari. Sebagaimana yang terdapat dalam dalil dibawah.

Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu,
“Kami diberi batasan dalam memendekkan kumis, memotong kuku, mencabut bulu ketika, mencukur bulu kemaluan, yaitu itu semua tidak dibiarkan lebih dari 40 malam.” (HR. Muslim no. 258). Yang dimaksud hadits ini adalah jangan sampai kuku dan rambut-rambut atau bulu-bulu yang disebut dalam hadits dibiarkan panjang lebih dari 40 hari (Lihat Syarh Shahih Muslim, 3: 133).

Memotong kuku sebelum mengerjakan shalat Jum’at

“Adapun menurut Imam asy-Syafi’e dan ulama-ulama asy-Syafi’eyah, sunah memotong kuku itu sebelum mengerjakan sembahyang Juma’at, sebagaimana disunatkan mandi, bersiwak, memakai wewangian, berpakaian rapi sebelum pergi ke masjid untuk mengerjakan shalat Juma’at,” (Hadis riwayat Muslim)

Demikian pelajarang yang dapat kita ambil tentang hukum memotong kuku dalam islam. Semoga pelajaran ini dapat bermanfaat bagi kita semua. Aamiin insya Allah. []


Artikel Terkait :

Leave A Reply

Your email address will not be published.