Unik, Informatif , Inspiratif

Menag Dukung MK terkait ‘Pernikahan Dini’

0

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mendukung keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang mengabulkan uji materi ketentuan batas minimal usia menikah wanita yang diatur dalam Undang-undang (UU) No 1 Tahun 1974.

Dalam UU tersebut disebutkan wanita boleh menikah minimal sudah berusaia 16 tahun.

“Saya menilai putusan MK itu adil. Saat ini memang tidak perlu ada pembedaan batas minimal usia perkawinan, baik bagi laki-laki maupun perempuan,” ujar Lukman dalam keterangan tertulis yang diterima Dream, Jumat (14/12/2018).

BACA JUGA: Tanpa Disadari, Ini 7 Kesalahan Istri dalam Pernikahan

Terkait batas usia menikah, Lukman mengaku masih banyak aturan yang menentukan ketentuan berbeda dalam UU Nomor 1 Tahun 1974 Bab II tentang syarat-syarat perkawinan.

Pada Bab II ini, ada tiga bagian membahas mengenai perkawinan batas usia minimum. Pertama, dalam pasal 6 ayat (2), seseorang yang belum mencapai umur 21 tahun harus mendapat izin dari kedua orangtua.

“Artinya, pada level pertama, pada dasarnya batas minimal usia perkawinan adalah 21 tahun. Boleh menikah di bawah 21 tahun dengan syarat mendapat izin orangtua,” ucap dia.

Laki-laki 19 tahun, perempuan 16 tahun, izin orangtua

Kedua, dalam pasal 7, jika laki-laki berusia 19 tahun dan perempuan 16 tahun mendapat izin dari orangtua maka dimungkinkan untuk melangsungkan pernikahan.

Tahap ketiga, jika laki-laki berusia 19 tahun dan perempuan 16 tahun hendak menikah, maka harus meminta dispensasi dari pengadilan berdasarkan putusan majelis hakim atau pejabat lain yang diminta oleh orangtua laki-laki dan perempuan.

Dalam putusannya, MK menyatakan aturan batasan pernikahan untuk perempuan berusia 16 tahun itu bertentangan dengan UU Perlindungan Anak. Menurut UU tersebut, kategori anak itu dihitung saat seseorang masih dalam kandungan hingga belum melewati usia 18 tahun.

Artinya, usia 16 tahun masih termasuk anak-anak, dan tentu tidak dapat dibenarkan jika masih anak-anak sudah harus berkeluarga.

Selanjutnya, MK meminta kepada Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) untuk segera mengubah UU yang berisi aturan batasan menikah usia 16 tahun.

“Selama belum ada norma baru yang dibuat oleh DPR bersama Presiden dalam 3 tahun ke depan, maka ketentuan batas minimal usia 19 tahun bagi laki-laki dan 16 tahun bagi perempuan masih berlaku sepanjang memenuhi ketentuan Pasal 6 ayat (2) dan Pasal 7 ayat (2) UU No. 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan,” kata Lukman.

BACA JUGA: Menag: Pemalsuan Usia di KTP Juga Korupsi

Meski demikian, kata Lukman, Kemenag akan mengawal putusan MK ini hingga nantinya keluar aturan baru sesuai dengan norma yang diberikan.

“Kita akan segera menindaklanjuti Putusan MK ini, dengan menyerap aspirasi dari berbagai kalangan di masyarakat, untuk selanjutnya dirumuskan sebagai norma baru sesuai dengan amar Putusan MK,” pungkasnya.[]

SUMBER: DREAM


Artikel Terkait :
Comments
Loading...

Kamu Sedang Offline