Unik, Informatif , Inspiratif

Mendag: Mahalnya Cabai itu Karena Persoalan Iklim

0

Mahalnya cabai dikalangan masyarakat menjadi hal yang meresahkan, terutama bagi para pedagang yang memang membutuhkan bahan pokok dari cabe itu sendiri.

Harga cabai rawit merah di beberapa daerah di Indonesia meroket. Salah satunya di Jakarta yang tembus Rp 120.000 per kilogram (kg).

Menurut Menteri Perdagangan, Enggartiasto Lukita, tingginya harga cabai dipicu musim hujan. Pihaknya bakal menambah pasokan cabai rawit merah untuk memangkas harga jual di pasar.

“Persoalan di iklim, di cuaca. Di daerah yang secara khusus terjadi kelangkaan kami akan dorong,” ujar Enggar di sela-sela acara Rakernas Pembangunan Pertanian 2017, di Gedung Bidakara, Jakarta Selatan, Kamis (5/1/2017). Dilansir dari detik.com.

Di tengah musim hujan seperti ini, lanjut Enggar, pengiriman cabai dari sentra produksi ke daerah lain menjadi lebih lama. Selain itu, risiko busuknya cabai selama masa pengiriman juga membuat bobot cabai yang layak dijual menjadi susut.

“Ini masalah di iklim. Di beberapa daerah berlebih, cuma pengirimannya yang menjadi soal karena cuaca. Mereka di desa tidak mau kirim karena cuaca dan kesulitan itu,” ujar Enggar.

Enggar bakal turun tangan untuk melakukan distribusi cabai ke beberapa daerah yang harga jual cabainya masih tinggi.

“Ini segera kita ambil untuk dikirim ke beberapa kota yang bermasalah,” tutup Enggar. []


Artikel Terkait :

Leave A Reply

Your email address will not be published.