Unik, Informatif , Inspiratif

Mendagri Cabut Aturan Pakaian Dinas, Ini Sebabnya

0

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo mencabut instruksi mengenai pakaian dinas dan kerapihan aparatur sipil negara di lingkungan Kemendagri.

Menurut, Sekretaris Jenderal Kemendagri Hadi Prabowo, aturan itu dicabut karena adanya masukan dari masyarakat.

“Ada beberapa pertimbangan dan masukan dari masyarakat yang melihat ini dari sudut pandangan berbeda, oleh karena itu bapak menteri merespons masukan itu,” kata dia di kantornya, Jakarta, Jumat (14/12/2018).

BACA JUGA: Mendagri Larang Konsumsi Air Aqua Kemasan dan Pakai Sedotan Plastik

Instruksi yang dicabut oleh Tjahjo bernomor 025/10770/SJ Tahun 2018 tentang Tertib Penggunaan Pakaian Dinas dan Kerapihan Aparatur Sipil Negara (ASN) di Lingkungan Kementerian Dalam Negeri dan Badan Nasional Pengelola Perbatasan. Tjahjo meneken instruksi itu pada 4 Desember 2018.

Dalam instruksinya Tjahjo menyebut enam perintah. Untuk aparatur sipil negara laki-laki, Tjahjo memerintahkan untuk berambut rapi, tidak gondrong, dan tidak dicat warna-warni.

Tjahjo juga menginstruksikan bawahannya agar menjaga kerapihan kumis, jambang dan jenggot. Tjahjo juga meminta ASN menggunakan celana panjang sampai dengan mata kaki.

Sementara untuk ASN perempuan, Tjahjo memerintahkan mereka berambut rapih dan tidak megecat rambut warna-warni. Sedangkan untuk yang memakai jilbab, mereka diimbau memasukannya ke dalam kerah pakaian dan sesuai warna pakaian dinas. Warna jilbab juga harus polos.

BACA JUGA: Mendagri: Tugas Camat Sangat Strategis

Aturan yang baru berumur 10 hari itu kemudian banyak diprotes masyarakat di media sosial.

Hadi mengatakan sebenarnya instruksi tersebut bersifat imbauan, bukan kewajiban. Dia mengatakan instruksi itu dibuat untuk memperhatikan aspek kerapihan. “Tapi karena direspons dan ada masukan dari masyarakat Pak Menteri pun mencabut aturan tersebut,” kata Hadi. []

SUMBER: TEMPO


Artikel Terkait :

Leave A Reply

Your email address will not be published.