Unik, Informatif , Inspiratif

Mendaki Perjalanan Warung Tertinggi di Puncak Gunung Lawu

0

Warung Mbok Yem, disebut-sebut sebagai warung makan tertinggi yang legendaris. Sejarahnya bukanlah perjalanan yang singkat.

Wakiyem, nama pemiliknya. Ia adalah seorang perempuan yang sudah menetap di Gunung Lawu sejak tahun 1980-an sebagai pencari akar – akaran yang digunakan untuk membuat jamu.

BACA JUGA: Mengenal Lebih Dekat Masjid Bersejarah Ghamamah

Profesinya ini membuat Wakiyem sering bertemu dan berinteraksi dengan para pendaki. Dari sanalah muncul keputusan untuk mendirikan warung makan di puncak Gunung Lawu, sebagai salah satu cara untuk membantu para pendaki yang membutuhkan makanan ataupun minuman.

Dulunya, Mbok Yem bekerja sendiri dengan membawa makanan ke puncak gunung. Seiring bertambahnya usia, Mbok Yem lebih jarang turun. Ia dibantu oleh beberapa orang yang ia percayakan untuk mengurus logistik warung. Dalam setahun, ia tak lebih hanya empat kali turun gunung.

Murah

Di warung sederhana ini, berbagai makanan dan minuman pelepas lapar dan haus tersedia. Harganya pun bersahabat, sesuai dengan kantong para pendaki.

Selain itu, berbagai fasilitas seperti televisi dan listrik untuk mengisi baterai handphone bisa didapatkan di warung ini dengan harga yang cukup murah, yaitu tiga ribu rupiah.

BACA JUGA: Pakai Do’a, Anda Bisa Dapat Makan Minum Gratis di Warung Ini

Sumber listriknya berasal dari generator yang dinyalakan. Bagi sebagian pendaki, ketersediaan fasilitas seperti ini merupakan sebuah kemewahan tersendiri.

Selain Mbok Yem, ada juga warung Mbok Panut yang berada di Gunung Lawu. Namun, Warung Mbok Panut hanya buka pada akhir pekan atau pun hari libur saja, sama seperti warung di gunung – gunung lainnya di Indonesia yang buka pada musim – musim tertentu saja. []

SUMBER: GOODNEWSFROMINDONESIA


Artikel Terkait :

Leave A Reply

Your email address will not be published.

Kamu Sedang Offline