Unik, Informatif , Inspiratif

Menelisik Sejarah Islam di Armenia

0

Armenia adalah negara kecil di benua Eropa. Armenia pernah menjadi wilayah kekuasaan Turki Usmani. Lokasinya yang berdekatan dengan Timur Tengah membuat Armenia telah mengenal Islam sejak abad ketujuh. Saat ini, Muslim masih eksis di negara perbatasan Asia dan Eropa tersebut meski hanya sebagai kelompok minoritas.

Berdasarkan data dari Library of Congress, jumlah Muslimin sekitar empat persen dari populasi. Dalam laporan itu, angka ini dihitung dari jumlah etnis Kurdi dan Azeris yang ada di Armenia. Sedangkan laman Muslim population menyebutkan, Muslim Armenia menempati tiga persen dari total populasi.

Sedangkan berdasarkan PEW Forum, Muslim Armenia di bawah 0,1 persen, atau hanya berjumlah seribu orang.

Islam masuk ke Armenia saat era pembukaan Islam, yakni sekitar abad ketujuh. Pada abad ke 7, bangsa Arab berhasil memasuki Armenia. Saat itu pemerintahan masih dipegang penguasa setempat. Hingga kemudian seorang gubernur Muslim dikirim untuk memerintah di sana. Tak ada paksaan agama, pemerintah Muslim memberikan kesepakatan damai.

BACA JUGA: Peran Syiah dalam Sejarah Islam dari Masa ke Masa

Di abad kedelapan, telah banyak bangsa Arab dan etnis Kurdi yang menetap di wilayah Armenia. Bangsa Arab dan etnis Kurdi tersebar di kota-kota utama.

Lalu sekitar abad ke-11, Bani Seljuk berhasil menguasai Armenia. Di bawah kekuasaan Seljuk, banyak warga Armenia memeluk Islam.

Ketika Turki Usmani mengambil alih, posisi Muslim makin menguat di Armenia. Wilayah Armenia resmi masuk menjadi bagian wilayah Islam. Terdapat sejarah kelam yang masih tak dapat dipastikan kebenarannya, yakni peristiwa berdarah genosida Armenia. Namun, sejarah tersebut pun ditolak Pemerintah Turki hingga kini. Hanya sebagian negara Barat yang menuding adanya genosida dalam sejarah Turki Usmani di Armenia.

BACA JUGA: Ini Wujud Mimbar Tertua dalam Sejarah Islam

Pada sekitar tahun 1900, Muslimin banyak meninggalkan Armenia. Etnis Kurdi dan Azerbaijan yang masih bertahan di sana meski secara berangsur mereka juga meninggalkan negara yang pernah menjadi bagian Uni Soviet tersebut.

Saat Armenia merdeka dari Uni Soviet, Muslim Iran mendominasi demografi muslim Armenia. Hal ini terjadi karena lokasi Iran memang bertetangga dengan Armenia. Saat ini, jumlah Muslimin sangat sedikit dengan didominasi etnis Kurdi dan Azeris.

Sejak dahulu Armenia adalah salah satu wilayah yang menjadi dakwah Kristen awal. Negara seluas 29.743 kilometer persegi tersebut memiliki tradisi Gereja Armenia yang lahir sejak abad pertama Masehi.

Melihat dari sejarahnya, tak heran jika saat ini lebih dari 93 persen warganya menganut agama Kristen, lebih khusus Gereja Apostolic Armenia. Bahkan hingga kini, Armenian (orang Armenia) selalu diidentikkan dengan Kristen.[]

SUMBER: REPUBLIKA


Artikel Terkait :
Comments
Loading...

Kamu Sedang Offline