Rasulullah, Kenapa Harus Dicintai?

45

cinta-rasul cinta-  - Rasulullah, Kenapa Harus Dicintai? -INSPIRADATA. Ada beberapa sebab dan alasan mengapa kita harus mencintai Rasulullah Saw. Sebagaimana yang tertulis dalam I Love You Muhammad, berikut ini sebab dan alasan mengapa Rasulullah harus kita cintai dengan sepenuh hati dan sepenuh keyakinan diri:

  1. Cinta kepada Rasul adalah syarat iman. Dalam syahadat jelas disebutkan tentang persaksian kita terhadapa rasulullah saw. Dan, Syahadat merupakan pintu gerbang memasuki Islam yang di dalamnya mengandung nilai keimanan dan ketuhidan.
  2. Cinta kepada Rasul itu suatu kewajiban. Sebab, kedudukan Rasul bagi seorang adalah lebih tinggi dan lebih utama daripada kedudukan dirinya sendiri.
  3. Cinta kepada rasul karena Allah mencintai beliau. Ini terbukti karena Allah memilih dan mengutus beliau menjadi Rasul, Allah menjadikan beliau sebaik-baik makhluk di bumi ini, Allah menurunkan Al Qur’an kepada beliau, memuliakan beliau, memberinya keistimewaan dan menjadikannya rahmatan lil alamin.
  4. Cinta kepada rasul menjadikan kita dapat merasakan manisnya iman. Iman itu rasanya manis. Namun, hanya dapat dirasakan jika kita sudah bisa memnuhi syaratnya, yaitu cinta kepada Allah dan cinta kepada Rasulullah saw.
  5. Cinta kepada rasul karena jasa-jasa beliau kepada kita selaku ummatnya. Rasul lah yang mengajarkan Islam, yang mengenalkan kita kepada ketauhidan, yang membimbing kita melaksanakan ibadah, memberikan teladan akhlakul karimah. jasa beliau terhadap kita sungguh besar dan mulia.
  6. Cinta kepada rasul membuat kita bersama beliau, Insya Allah, di dalam surga. Fadilah utama mencintai rasul adalah kehormatan yang tinggi dari Allah yaitu seseorang yang cinta Rasul dapat membersamainya kelak di surga. walaupun kita tidak bisa menandingi amal ibadah beliau atau pahala beliau, tapi dengan modal cinta yang tulus kepada beiau, insya Allah, kita dapat bertemu dengan beliau di surga. ini lah janji beliau sebagaimana yang beliau sampaikan dalam hadisnya.

tidak ada satu alasan pun yang membuat Rasul tidak pantas untuk kita cintai. Apalagi jika mengingat bagaimana beliau menghembuskan nafas terakhirnya. Yang beliau sebut bukanlah istri atau anak-anak kesayangannya, tetapi “ummatii…ummatii…ummatii…” yaitu umat yang dicintainya. Semoga berkah dan kasih sayang Allah selalu tercurah untuk beliau sebagaiman curahan cinta beliau kepada umatnya.[]

(Visited 55 times, 1 visits today)
loading...
loading...