Mengapa Harus Doa Kafaratul Majelis?

0

Doa kafaratul majelis adalah doa yang diucapkan ketika akan berpisah atau akan selesai dari suatu majelis. Majelis di sini tidak harus selalu dimaknai dengan duduk-duduk.

Intinya, setiap pembicaraan atau obrolan biasa apalagi diyakini ada perkataan sia-sia yang terucap maka doa kafaratul majelis sangat dianjurkan untuk dibaca.

Adapun maksud disyariatkannya doa tersebut adalah sebagai penambal kesalahan atas kata-kata laghwu (sia-sia).

Hal ini berasarkan hadis Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah: 

وعن أَبي هريرة – رضي الله عنه – ، قَالَ : قَالَ رسول الله – صلى الله عليه وسلم – :  مَنْ جَلَسَ في مَجْلِسٍ ، فَكَثُرَ فِيهِ لَغَطُهُ فَقَالَ قَبْلَ أنْ يَقُومَ مِنْ مَجْلِسِهِ ذَلِكَ : سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ ، أشْهَدُ أنْ لا إلهَ إِلاَّ أنْتَ ، أسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ إلَيْكَ ، إِلاَّ غُفِرَ لَهُ مَا كَانَ في مَجْلِسِهِ ذَلِكَ. رواه الترمذي ، وقال : حديث حسن صحيح.

Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu meriwayatkan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa yang duduk di suatu majelis lalu banyak senda guraunya (kalimat yang tidak bermanfaat untuk akhiranya), maka hendaklah ia mengucapkan sebelum bangun dari majelisnya itu, ‘SUBHAANAKALLOHUMMA WA BIHAMDIKA, ASY-HADU ALLA ILAHA ILLA ANTA, AS-TAGH-FIRUKA WA ATUUBU ILAIK’ (Mahasuci Engkau, wahai Allah, dan dengan memuji-Mu, aku bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Engkau. Aku meminta ampun kepada-Mu dan aku bertobat kepada-Mu); kecuali diampuni baginya dosa-dosa selama di majelisnya itu.” (HR. Tirmidzi, ia mengatakan bahwa hadits ini hasan shahih). []

Sumber: Rumaysho

 

Artikel Terkait :

Kamu Sedang Offline