Bisa saja, kita merasa gagal mendidik anak untuk menjadi sholeh, karena kita tidak ada kiat untuk menjadikan diri menjadi orangtua sholeh.

Mengapa Kita Gagal Mendidik Orang Lain? Ini Jawabannya

imageINSPIRADATA. Seringkali kita udah mengomentari kesalahan orang lain. Namun tidak peka terhadap kesalahan diri sendiri. Kita sangat mudah menuntut orang berbuat baik. Namun, kita sendiri tidak menuntut diri kita untuk berbuat baik.

Mengomentari kesalahan orang lain dengan alasan untuk menasihati dan mengingatkan memang baik. Namun, harus disertai dengan perbaikan diri kita sendiri. Mengapa?
Karena Alloh Swt. berfirman,

“Mengapa kamu suruh orang lain (mengerjakan) kebajikan, sedang kamu melupakan diri (kewajiban) mu sendiri, adahal kamu membaca al kitab (Taurat)? Maka tidaklah kamu berpikir?” (QS. Al Baqoroh [2] : 44)

Rasulullah SAW sukses membawa umat manusia dari zaman jahiliyah kepada zaman yang terang-benderang dengan cahaya hidayah. Semua itu karena beliau senantiasa memulai kebaikan dari diri sendiri.

Bisa saja, kita merasa gagal mendidik anak untuk menjadi sholeh, karena kita tidak ada kiat untuk menjadikan diri menjadi orangtua sholeh.

Bisa saja, kita merasa gagal mendidik siswa kita menjadi baik, karena kita tidak ada kiat untuk menjadi guru yang baik.

Bisa saja, kita merasa gagal mendidik objek dakawah kita, karena kita gagal memperbaiki diri kita sendiri.

Ibda binnafsik, mulai dari diri sendiri. Sehingga manakala Rasulullah SAW mengajak manusia kepada kebenaran, beliau mengajaknya pula dengan keteladanan. Inilah yang membuat dakwah Islam sangat efektif. []

Sumber: www.smstauhid.com


Artikel Terkait :

About Tia Apriati Wahyuni

Check Also

Ka’bah Selalu Dijaga, Mengapa di Akhir Zaman Bisa Dihancurkan?

Bagaimana mungkin Ka’bah bisa dihancurkan sedang Allah telah menjadikan Mekkah sebagai Tanah Suci yang aman?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *