Foto: Sport Illustrated

Mengapa Zidane Berhenti dari Madrid?

 

Zinedine Zidane telah berhenti dari Real Madrid karena dia merasa ruang ganti tidak sepenuhnya mendukungnya.

Menurut pakar sepak bola Spanyol, Guillem Balague, ada masalah di kubu Los Merengues yang kini tidak lagi diinginkan oleh Zidane.

Beberapa saat setelah Zidane mengejutkan dunia dengan pengumuman berhentinya, hanya beberapa hari setelah kemenangan ketiga di Liga Champions, Balague mengungkapkan: “Dia merasa para pemain tidak mendengarkannya, dia tidak begitu penting. Rasanya seperti itulah yang coba dia katakan.

“Dia merasa orang lain harus datang dan menghadapinya. Dia merasa dinamika telah berubah ke sabuah titik.

“Dia membawa tim ke sembilan dari 13 gelar—apa lagi yang harus dia lakukan di Real Madrid?

“Tak akan lagi ada yang terlalu banyak untuk dikelola, atau untuk mengelola situasi yang akan datang, seperti masa depan Cristiano Ronaldo, dia tidak menginginkannya.

“Para pemain diberitahu dalam pesan hari ini. Dia hanya berbicara dengan Sergio Ramos dan bermaksud untuk berbicara dengan kapten lainnya dalam beberapa jam ke depan.
“Dia merasa dia berbicara dengan salah satu pemimpin di klub dan itu adalah Sergio Ramos.”

Zidane meninggalkan juara Eropa itu setelah memenangkan gelar Liga Champions ketiga yang belum pernah terjadi sebelumnya.

“Saya pikir ini saatnya, baik bagi saya, tim dan klub (untuk mengundurkan diri). Ini adalah saat yang aneh untuk melakukannya, saya tahu, tetapi juga penting. Saya harus melakukan ini untuk semua orang,” katanya.

“Klub ini harus terus menang dan butuh perubahan untuk itu. Setelah tiga tahun, dibutuhkan suara lain, metode kerja lain, untuk ini saya mengambil keputusan ini.”
Zidane menjadi pelatih pertama yang memenangkan Piala Liga Champions ketiga secara beruntun ketika Real mengalahkan Liverpool 3-1, mengakhiri periode yang luar biasa dalam pekerjaan pertamanya di manajemen klub senior.

“Saya sangat mencintai klub ini, presiden, yang memberi saya segalanya – untuk bermain pertama kalinya di klub hebat ini. Saya akan selalu bersyukur. Hari ini saya harus berubah, bagi saya, untuk semua orang, untuk ini saya telah mengambil keputusan,” tambah Zidane.

Balague sekarang malah sudah memikirkan bahwa Zidane akan menjadi manajer Timnas Prancis berikutnya.

“Saya tidak berpikir dia akan pensiun sebagai seorang manajer. Dia memiliki gagasan untuk menjadi pelatih tim nasional Prancis dan saya yakin itu akan terjadi,” ujarnya.

“Jika sesuatu tidak berjalan sesuai arah yang dia inginkan, dia merasakan bahwa dia tidak lelah dengan seorang manajer. Dia merasakan pemain membutuhkan sesuatu yang baru, suara baru.

“Mereka telah memenangkan banyak, orang lain harus memimpin mereka sekarang.”
Pria asal Prancis tersebut mengambil alih ruang ganti setelah pemecatan Rafael Benitez pada Januari 2016 dan segera saja menyatukan skuad.

Dia merebut Liga Champions dua tahun lalu ketika Real mengalahkan rival sekotanya, Atletico Madrid, dalam ada adu penalti di final. Setahun kemudian ia mengawinkan Liga Champions dan La Liga dalam 59 tahun.

Real finis tiga poin di atas Barcelona saat mereka memenangkan gelar liga pertama mereka sejak 2012 sebelum menghancurkan Juventus 4-1 di final Liga Champions untuk menjadi tim pertama yang memenangkan kompetisi dalam format saat ini di musim-musim sebelumnya. []

Sumber: Express


Artikel Terkait :

About Saefullah DS

Check Also

Akankan Mou Sukses di Spurs?

Tujuannya jelas: mengarahkan klub kembali ke empat besar dalam jangka pendek dan, selama 18 bulan ke depan, mendapatkan beberapa trofi. Bisakah Mou?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *