Unik, Informatif , Inspiratif

Mengenal Ruam Kulit Eksim

0

Dermatitis atopik atau eksim adalah peradangan pada bagian permukaan kulit. Kondisi ini umumya sering dijumpai pada anak-anak, namun bisa pula menyerang orang dewasa dengan usia berapa pun.

Penyakit jangka panjang dengan gejalanya yang cenderung muncul kembali, kemudian menghilang ini seringkali disebut dengan dermatitis.

Selain itu, penyakit yang satu ini umumnya akan lebih berisiko dan banyak menyerang mereka yang menderita asma atau hay fever. Kondisi eksim ini umumnya akan lebih sering dijumpai pada bagian lipatan tubuh, seperti halnya bagian dahi pada wajah, bagian samping leher, bagian dalam siku, belakang mulut, sekitar lipatan selangkangan, bagian pergelangan kaki depan dan bahkan di bagian mata dan juga telinga.

BACA JUGA: Sehatkan Kulit Wajah dengan 3 Sayuran Ini

Gejala Eksim

Gejala awal eksim berupa kulit yang terasa kering dan gatal. Kulit akan mengalami iritasi dan timbul ruam kemerahan yang apabila muncul gejala ini maka anda akan mulai menggaruknya.

Semakin digaruk, gatal yang Anda alami umumnya akan semakin memburuk. Kondisi ini biasanya akan diikuti dengan timbulnya benjolan kecil yang melepuh bahkan adanya infeksi. Luka melepuh ini bisa jadi mengeluarkan cairan atau menjadi kulit yang kering dan pecah-pecah.

Kondisi seluruh gejala seperti kulit kering, gatal, inflamasi dan pecah-pecah umumnya akan muncul dan menghilang. Selama kondisi ini terjadi lapisan kulit mungkin akan menebal dan membuat bagian tersebut terasa kasar.

Penyebab Eksim Atopik

Penderita eksim atopik juga dapat mungkin mengalami alergi yang lain. Hingga saat ini, belum diketahui dengan pasir apa penyebab jelasnya. Akan tetapi berikut ini adalah beberapa hal yang dapat meningkatkan penyebab eksim menjadi lebih buruk:

BACA JUGA: Rahasia Kulit Cantik Alami dengan Minyak Kelapa

1. Menggaruk bagian kulit yang terkena dengan ruam sehingga kulit mengalami luka atau juga iritasi.
2. Kondisi kulit yang mengering.
3. Infeksi akibat adanya paparan bakteri serta virus.
4. Cairan pelarut, pembersih, sabun, dan deterjen.
5. Pakaian, selimut atau karpet dari bahan wol.
6. Cuaca panas dan perubahan tingkat kelembapan.
7. Keringat tubuh.
8. Debu dan serbuk sari.
9. Makanan seperti telur, susu, kacang, kedelai, dan ikan. Terutama dampaknya kepada bayi dan anak kecil.
10. Asap rokok dan polusi udara.

SUMBER: BIDANKU


Artikel Terkait :

Leave A Reply

Your email address will not be published.

Kamu Sedang Offline