Unik, Informatif , Inspiratif

Menghadiri Jumat Lebih Awal

0

Imam Ibnu Qayyim berkata, “Ketika hari Jumat dalam seminggu itu seperti hari raya dala setahun, sedangkan dari raya itu memuat shalat dan kurban, dan hari Jumat adalah hari shalat. Maka Allah menjadikan bersegera ke masjid pada hari itu sebagai ganti dari kurban dan menduduki kedudukannya. Dengan itu terkumpullah bagi orang yang pergi ke masjid di hari tersebut dua hal; shalat dan kurban.”

BACA JUGA: 4 Golongan yang Dibolehkan Tidak Shalat Jumat

Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra, bahwa Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Jika datang hari Jumat, maka pada setiap pintu masjid terdapat malaikat yang menulis orang yang masuk masjid secara berurutan. Jika imam telah duduk (di mimbar) mereka menutup buku-bukuya dan duduk mendengarkan peringatan (dari khotbah). Perumpamaan orang yang datang awal sekali adalah seperti orang yang berkurban dengan seekor unta, kemudian seperti orang yang berkurban sapi, lalu seperti orang yang berkurban kambing, selanjutnya seperti orang yang berkurban seekor ayam dan yang terakhir seperti orang yang bersedekah dengan sebutir telur.” (HR. Muslim).

Dalam riwayat yang lainnya disebutkan: “Barangsiapa yang mandi pada hari Jumat seperti mandi janabat lalu pergi ke masjid, maka seakan-akan ia berkurban dengan unta yang gemuk. Barangsiapa yang pergi pada jam yang kedua, maka seakan-akan ia berkurban dengan sapi betina. Barangsiapa pergi pada jam yang ketiga, maka seakan-akan ia berkurban dengan domba yang bertanduk. Barangsiapa yang pergi pada yang keempat, maka seakan-akan ia berkurban dengan seekor ayam. Dan barangsiapa yang pergi pada jam kelima, maka seakan-akan ia berkurban dengan sebutir telur. Dan apabila imam telah keluar (untuk berkhotbah), maka para malaikat turut hadir sambil mendengarkan zikir (nasihat peringatan).” (HR. Bukhari dan Muslim).

Dalam hadis ini disebutkan bahwa orang yang pergi menghadiri shalat Jumat pagi-pagi sekali (waktu paling awal) seperti bertaqarub kepada Allah dengan harta benda.

Maka dari itu orang yang pergi lebih pagi bagaikan orang yang mengumpulkan dua buah ibadah sekaligus, yaitu jismiyah dan maliyah seperti yang didapat pada hari raya Idul Adha.

Termasuk kebiasaan para salaf dahulu ialah pergi lebih awal ketika menghadiri shalat Jumat. Pada kurun pertama (masa sahabat dan tabiin), setelah Subuh sering terlihat jalan-jalan menuju masjid Jumat penuh dengan orang-orang berjalan kaki sambil membawa lampu bagaikan hari Ied, hingga akhirnya punah kebiasaan baik tersebut.

BACA JUGA: Haruskah Mandi Sebelum Shalat Jumat?

Waktu yang tersedia itu dipergunakan penuh dengan segala macam ketaatan, ibadah, membaca Al-Qur’an dan berzikir kepada Allah serta shalat-shalat sunah.

Tersebut dalam suatu riwayat bahwa Ibnu Umar melakukan shalat sebelum Jumat 12 rakaat. Sedangkan Ibnu Abbas melakukan shalat 8 rakaat. []

Sumber: Panduan Amalan Hari Jumat, Oleh Mahmudin


Artikel Terkait :

Leave A Reply

Your email address will not be published.

Kamu Sedang Offline