, Mengumbar Janji Ada Larangannya Lho
Unik, Informatif , Inspiratif

Mengumbar Janji Ada Larangannya Lho

0

Mengumbar janji adalah perilaku seseorang yang banyak memberikan janji secara mudahnya kepada orang lain untuk melakukan suatu perbuatan yang besar atau istimewa.

Hal ini biasanya banyak dilakukan oleh seseorang yang ingin mendapatkan kepercayaan, simpati, dukungan, dan loyalitas dari orang lain terhadap dirinya. Dan, biasanya terjadi pada waktu kampanye.

Dalam ajaran Islam, Janji merupakan masalah besar yang berpengaruh bagi kebaikan atau kecelakaannya di dunia maupun di akhirat. Dan, janji itu akan diminta pertanggungjawabannya oleh Allah SWT. Allah SWT berfirman, “Dan penuhilah janji; sesungguhnya janji itu pasti diminta pertanggungjawabannya.” (QS al-Isra [17]: 34).

Dalam ayat yang lain, Allah SWT berfirman,“Dan tepatilah perjanjian dengan Allah apabila kamu berjanji.” (QS an-Nahl [16]: 91).

Orang yang mengumbar janji tanpa mau memenuhinya termasuk diantara sifat munafik.

Rasulullah SAW bersabda, “Ada empat (perkara) jika terdapat pada diri seseorang, dia adalah orang munafik murni. Dan barang siapa yang melakukan salah satu perkara itu, maka padanya terdapat bagian dari sifat munafik, hingga ia meninggal kannya. Empat perkara itu adalah apabila berbicara ia dusta, apabila berjanji ia ingkar, dan apabila diberi amanat (dipercaya) ia berkhianat, dan apabila bermusuhan dia aniaya.” (HR Bukhari, Muslim, Abu Dawud, Tirmidzi dan Nasa’i)

Selain itu juga, mengumbar janji tanpa niat untuk melakukannya termasuk perbuatan dusta. Pada suatu ketika Nabi Muhammad SAW mendengar seorang ayah yang sedang berkata kepada anak-anaknya, “Aku akan memberikan anu dan anu kepadamu.” Nabi Muhammad SAW bersabda kepadanya, “Apakah kamu berniat akan memberinya?” Dia berkata, “Tidak.” Nabi SAW bersabda, “Engkau harus memberinya atau berkata benar. Sesungguhnya Allah melarang berbuat dusta.”

Orang itu berkata, “Ya Rasulullah, apakah ini termasuk dusta?” Beliau bersabda, “Sesungguhnya segala sesuatu itu dituliskan. Dusta dituliskan dusta dan dusta kecil (sedikit) ditulis dusta kecil.” (HR Ahmad dan Ibnu Abu Dunya).

Oleh karena itu, kita tidak pantas untuk mengumbar janji apalagi tidak dipenuhi, janji adalah utang yang harus dipenuhi sekecil apapun atau seringan apapun janji tersebut.

Karena begitu besarnya dampak dari mengumbar janji terhadap kehidupan, kita harus berhati-hati dalam menjanjikan sesuatu. Jika memang sesuatu itu terasa berat dan di luar kemampuan dan kapasitas, selayaknya kita tidak menjanjikannya. Wallahu a’lam.[]


Artikel Terkait :

Leave A Reply

Your email address will not be published.