Unik, Informatif , Inspiratif

Mengunjungi Masa Lalu Peradaban Seljuk di Konya

0

Konya, sebuah kota yang menjadi pusat perhatian Anatolia di Turki menawarkan pengalaman unik dan sensasi peradaban Dinasti Seljuk.

BACA JUGA: Kucing dan Sejarah Peradaban Islam

Atmosfir keindahan salah satu peradaban Islam emas itu diusung lewat masjid kuno dan keajaiban arsitektur lainnya.

Konya, yang telah terdaftar sebagai “Ibu kota Seljuk Peradaban” dalam Daftar Tentatif Dunia UNESCO sejak tahun 2000, memainkan peran penting dalam menyampaikan tautan budaya kuno dari dinasti Seljuk ke generasi berikutnya.

Bersama dengan Masjid Aladdin yang paling terkenal, yang dibangun antara pertengahan abad ke-12 dan pertengahan-13, dan 72 elemen arsitektur kuno lainnya, kota ini membawa tamunya kembali ke masa lalu dan memperkaya orang-orang dengan sejarahnya.

konya, Mengunjungi Masa Lalu Peradaban Seljuk di Konya
Masjid Aladdin (Foto: Wikipedia)

Wisatawan domestik, serta wisatawan asing di seluruh dunia, akan terpesona oleh kota ini.

Seperti dilansir media Turki, Anadolu Agency, Direktur Kebudayaan dan Pariwisata provinsi Abdussettar Yarar mengatakan Konya adalah ibu kota peradaban Anatolian Seljuk.

BACA JUGA: Sebelum Dunia Barat, Islam Sudah Punya 2 Universitas Tertua

Menekankan fakta bahwa struktur kuno di Konya tengah dikunjungi oleh ratusan ribu turis setiap tahun, Yarar mengatakan:

“Warisan budaya yang Konya miliki adalah luar biasa dan unik. Kami akan terus bekerja dari sekarang seperti yang kami lakukan hingga hari ini untuk melindungi dan menampilkan warisan ini.”

Menurut situs web resmi UNESCO, Seljuk menciptakan dunia seni yang unik dengan tautan budaya yang menjangkau dari jantung Anatolia hingga Asia Tengah, Timur Tengah, dan pantai Laut Tengah, dan Konya adalah contoh nyata dunia ini.

BACA JUGA: Ternyata Inilah Penyebab Runtuhnya Kesultanan Ottoman Turki

Situs UNESCO juga mencatat bahwa benteng luar Konya dan Sircali Madrasah, banyak masjid kecil dan makam adalah contoh elemen arsitektur Dinasti Seljuk dari Konya.[]

SUMBER: UNESCO | ANADOLU


Artikel Terkait :

Comments
Loading...

Kamu Sedang Offline