Foto: News4C

Menkominfo: E-Sport Jangan Dianggap Sebelah Mata

Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara menambahkan bahwa e-sport tidak bisa dianggap sebelah mata.

Pria yang akrab disapa Chief RA itu menyebut e-sport serupa dengan olahraga yang memerlukan konsentrasi tinggi seperti halnya catur ataupun bridge.

“Karena kan ini kecepatan otak dan tangan, dan ini harus sinkron. Tidak seperti hoaks. Kalau hoaks kan cepatan tangannya daripada otaknya,” kata Rudiantara setengah berguyon.

BACA JUGA: Kini, Makna ‘Gamer’ Bukan Hanya Milik “Kutu Game”

Ia melanjutkan, kementeriannya akan membantu pengembangan e-sport di Indonesia dengan menyediakan jaringan internet yang memadai di seluruh Indonesia yang ditempuh melalui proyek Palapa Ring.

Sebelumnya, Menteri Pemuda dan Olahraga (Mempora) Imam Nahrawi berpendapat e-sport harus mulai masuk ke kurikulum pendidikan agar mengakomodasi bakat-bakat muda.

“Kurikulum harus masuk di sana, pelatihnya harus masuk di sana. Kalau sudah seperti itu, tentu harus bekerja sama, harus kolaborasi,” kata Imam di Sekretariat Kabinet, Jakarta, Senin (28/1/2019).

BACA JUGA: Menpora Ingin E-Sport Masuk Kurikulum Pendidikan

Selain itu, Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) menyebut sudah menganggarkan Rp50 miliar untuk menggelar kompetisi-kompetisi di level sekolah.

“Kita kurang lebih menyiapkan Rp50 miliar untuk menggulirkan ini sebagai sesuatu yang menarik dan terbuka di level-level sekolah nanti,” pungkasnya.

Dana tersebut akan cair setelah gelaran Piala Presiden e-Sport 2019 berakhir. []

SUMBER: CNN


Artikel Terkait :

About Al Mutafa-il

Bangkit, bangun, bergerak dan kembali bersinar

Check Also

tukang becak

Dipenjara, Tukang Becak Ini Dapat Donasi Rp 700 Juta Lebih

Akibat kecelakan itu, nyawa penumpang tidak tertolong dan akhirnya meninggal 15 menit setelah tiba di rumah sakit.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *