Peti mati untuk DPR

Menolak Hak Angket KPK, Pria Asal Solo Ini Kirim Peti Mati untuk DPR

INSPIRADATA. Dewan Perwakilan Rakyat menyetujui hak angket yang ditujukan kepada KPK. Keputusan tersebut sudah diketuk palu oleh pimpinan sidang Fahri Hamzah walaupun belum semua fraksi menyatakan argumennya. Keputusan yang dibuat oleh sebagian fraksi di DPR ini membuat masyarakat berang, tak terkecuali seorang pria, asal Solo, Jawa Tengah, bernama Bambang Saptono. Ia melakukan aksi di tunggal di sepanjang Jalan Slamet Riyadi. Demikian disitat dari Liputan6, Rabu (3/5/2017).

Saking kecewa dan geramnya, Bambang mengirim peti mati untuk DPR. Tak hanya itu, Ia pun membuat sebuah banner bertuliskan ‘Tolak Angket KPK’, kemudian banner tersebut diletakkan di tengah jalan agar dilindas oleh pengendara jalan. Rencananya peti mati tersebut akan dikirim melalui Pos Besar Solo.

Sebelum dikirimkan, Bambang melakukan ritual tebar bunga terlebih dahulu laiknya menghantarkan jenazah ke tempat peristirahatan. Selain itu, ia juga turut menaburkan koin sebesar Rp 500 bersamaan dengan bunga.

Setelah itu, peti mati siap untuk diantar menuju Kantor Pos Besar Solo di Jalan Sudirman. Peti mati tersebut dikirim melalui layanan paket kargo. Aksi tersebut pun manjadi pusat perhatian para masyarakat baik di jalan raya maupun di kantor pos.

Sebagai inisiator aksi kirim peti mati untuk DPR ini, Bambang menegaskan kekecewaannya terhadap para Wakil Rakyat di Jakarta sana yang mengajukan hak angket kepada KPK. Menurutnya, hak angket tersebut dapat melemahkan kinerja KPK yang menjadi garda terdepan dalam pemberantasan Korupsi di Negara ini.

“Mari rakyat Indonesia bersatu untuk menentang hak angket di DPR. Mari matikan korupsi dan dukung KPK yang tengah mengungkap korupsi ‎E-KTP yang menjadi penyebab DPR mengajukan hak angket tersebut,” kata dia.

Bambang menjelaskan, tidak boleh ada pihak manapun seperti halnya DPR yang menghalangi proses pemberantasan korupsi oleh KPK. Maka dari itu, Ia mengirim peti mati sebagai simbol matinya pemberantasan korupsi di negeri ini karena hak angket tersebut.

“Rakyat tidak rela dengan sikap DPR, harusnya mereka itu independen dan mendukung pemberantasan korupsi yang dilakukan KPK. Jika DPR tetap ngotot perjuangkan hak angket, saya akan kirim peti asli dengan ukuran besar ke DPR,” ucap Bambang. []


Artikel Terkait :

About Ferry Ardiyanto Kurniawan

Seorang anak muda dengan cita-cita luhur yang sedang berproses secara perlahan tanpa jeda!

Check Also

Entah Apa yang Merasuki Pria Ini, 2 Bulan Tinggal di Tong Setinggi 25 Meter

Sebelumnya, rekor tersebut dipegang oleh dirinya sendiri pada 1997. Ketika itu, dia tinggal di dalam tong selama 54 hari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *