Unik, Informatif , Inspiratif

Menteri Israel: Mekanisme Perdamaian Palestina yang Disusun Trump, Tidak Berguna

0 280

Proses perdamaian anatara Palestina dan Israel yang telah berjalan selama puluhan tahun itu mandek. Proses perdamaian ini bahkan mengalami kemunduran terutama setelah AS secara sepihak mengakui Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel pada Desember lalu.

Kota suci bagi tiga agama itu telah lama menjadi salah satu sumber konflik Israel-Palestina, di mana kedua belah pihak sama-sama mengklaim Yerusalem sebagai ibu kota mereka nanti

BACA JUGA:Dukung Palestina, Dua Siswa Yahudi Ini Berlutut saat Lagu Kebangsaan Israel Dimainkan

Menurut Menteri Kehakiman Israel, Ayelet Shaked, Perbedaan antara Israel dan Palestina sangat jauh. Sehingga sulit membangun jembatan diantaranya. Tak terkecuali mekanisme perdamaian Palestina-Israel yang sedang disusun Presiden Donald Trump. Shaked menganggap inisiatif Trump itu tetap hanya akan membuang-buang waktu.

“Saya pikir perbedaan antara warga Israel dan Palestina terlalu besar untuk bisa ditengahi atau dijembatani,” kata Shaked politikus partai ekstrem kanan Jewish Home ini, seperti dikutip AFP.

“Meskipun saya menginginkan perdamaian seperti orang kebanyakan, saya hanya tetap ingin realistis, dan saya tahu di masa sekarang tidak mungkin,” ucap dalam sebuah konferensi yang digelar surat kabar Jerusalem Post pada Rabu (21/11).

BACA JUGA:Israel Seret Penulis Palestina ke Pengadilan Hanya karena Buku Anak-anak

Shaked adalah salah satu tangan kanan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu di kabinet. Dia dan sebagian besar anggota Jewish Home secara terbuka mengungkapkan penolakan mereka atas solusi dua negara dalam menyelesaikan konflik Palestina-Israel.

Solusi tersebut menyepakati bahwa Israel dan Palestina bisa berdiri sebagai negara yang memiliki wilayah kedaulatan masing-masing dan hidup secara berdampingan dengan damai.

Meski pesimistis, Shaked mengatakan ia tetap terbuka dengan inisiatif damai yang digagas Washington.

“Tapi mari kita tunggu dan lihat apa yang akan mereka (AS) tawarkan,” katanya.

Saat Trump bertemu dengan Netanyahu di sela sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York, akhir September lalu, Trump berjanji bakal menyajikan rencana perdamaian “yang sangat adil” bagi Palestina dan Israel dalam beberapa bulan ke depan.

Namun, pejabat AS untuk urusan perdamaian Timur Tengah, Jason Greenblatt, mengatakan dokumen resolusi perdamaian yang tengah disusun itu akan “sangat berfokus” pada keamanan Israel.

Meski begitu, Greenblatt memastikan bahwa AS tetap memperhatikan “kekhawatiran” Palestina dalam rencana perdamaian itu. []

SUMBER: CNN

Artikel Terkait :

loading...

Kamu Sedang Offline