keutamaan, waktu shalat, Menunggu Waktu Shalat, Ini Keutamaannya
Unik, Informatif , Inspiratif

Menunggu Waktu Shalat, Ini Keutamaannya

0

Shalat adalah tiang agama Islam. Shalat yang diwajibkan ada lima waktu. Shalat shubuh, dhuhur, ashar, maghrib dan isya. Semua muslim tentu tahu kapan melaksanakannya. Selain memperoleh pahala, ternyata banyak keutamaan yang didapatkan bagi orang mengerjakannya.

Sayangnya, masih banyak di antara kita yang mengutamakan soal dunia, dibandingkan ibadah seperti shalat ini. Sehingga membuat beberapa orang melaksanakan shalat di akhir waktu. Padahal ada keutamaan bagi orang yang senantiasa menjalankan shalat di awal waktu. Apalagi, kalau seseorang menunggu-nunggu waktu shalat akan lebih banyak keutamaan yang diperoleh oleh orang tersebut.

Sebagaimana hadits berikut, yang akan menjelaskan keutamaan berjalan ke masjid dan menunggu shalat.

Related Posts
1

Di Balik Waktu Shalat, Ada Fakta Ilmiahnya Lho!

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah SAW bersabda, “Maukah aku tunjukkan kepada kalian sesuatu yang dengannya Allah menghapus dosa-dosa dan mengangkat derajat?” Para sahabat berkata, “Tentu, wahai Rasulullah.” Rasulullah SAW bersabda, “Menyempurnakan wudhu pada saat-saat yang tidak disukai, banyak melangkah ke masjid, dan menunggu shalat setelah shalat. Itulah yang namanya ribath (mencurahkan diri dalam ketaatan), itulah yang namanya ribath,” (HR. Muslim, no. 251).

Dari hadits tersebut dapat disimpulkan, yakni:
1. Amalan-amalan yang disebutkan dalam hadits yaitu menyempurnakan wudhu saat sulit, banyak melangkah ke masjid, dan menunggu shalat adalah sebab diampuninya dosa dan ditinggakannya derajat.

  1. Al-Qadhi ‘Iyadh mengatakan bahwa terhapusnya kesalahan, berarti ibarat untuk diampuninya dosa. Juga bisa maknanya adalah dihapuskan dosa dari kitab cacatan. Itu juga maknanya dosa tersebut diampuni. Sedangkan meninggikan derajat, maksudnya meninggikan derajatnya di surga.
  2. Isbaghul wudhu’ maksudnya adalah menyempurnakan wudhu. Menyempurnakan wudhu ketika sulit maksudnya menyempurnakannya ketika keadaan sangat dingin, badan dalam keadaan tidak fit, atau semisal itu.

  3. Itulah yang namanya ribath. Ribath asalnya bermakna menahan diri dari sesuatu. Disebut ribath di sini maksudnya orang yang melakukannya berarti menahan diri untuk melakukan amalan tersebut terus menerus (menyempurnakan wudhu saat sulit, banyak melangkah ke masjid, dan menunggu shalat). Ada juga yang memaknakan yang dimaksud adalah itulah ribath (penjagaan) yang paling afdhal. Yang lainnya mengatakan bahwa yang dimaksud adalah itulah ribath yang paling mudah dan mungkin dilakukan.

  4. Pengulangan dua atau kali untuk kalimat “fadzalikumur ribath”, hikmahnya menunjukkan penting dan agungnya amalan yang disebutkan.

  5. Hadits ini juga menjelaskan keutamaan rumah yang jauh dibanding yang dekat karena makin jauh rumah, makin banyak langkah.

  6. Hadits ini juga menunjukkan keutamaan orang yang selalu mengaitkan hatinya dengan masjid. Keutamaan lainnya, ia juga akan mendapatkan naungan di hari kiamat yang tidak ada naungan kecuali naungan Allah.

  7. Hadits ini juga merupakan dalil keutamaan shalat berjamaah di masjid.

  8. Perlu adanya pengajaran hal yang kecil kemudian hal yang lebih besar. Karena seseorang yang tidak bisa menahan diri untuk menunggu shalat di masjid, maka sungguh sulit untuk menahan dirinya menjaga pos saat berjihad di medan perang. []

Sumber: Rumaysho


Artikel Terkait :

Leave A Reply

Your email address will not be published.