mabuk perjalanan, Menurut Penelitian, Ini Penyebab Utama Mabuk Perjalanan
Unik, Informatif , Inspiratif

Menurut Penelitian, Ini Penyebab Utama Mabuk Perjalanan

0

ANDA pernah mengalami mabuk perjalanan? Mungkin bagi Anda yang sering bepergian menggunakan mobil jarang atau bahkan tak pernah mabuk perjalanan. Namun berbeda bagi Anda yang jarang naik mobil, mabuk perjalanan pasti pernah dialami.

Tahukah Anda bahwa mabuk perjalanan atau sering juga dikenal sebagai motion sickness ternyata bukan diakibatkan getaran mesin. Hal ini berdasarkan penelitian yang dilakukan pakar kedokteran asal Orlando, Amerika Serikat, Hilary Hawkins. Menurut Hawkins penyebab utama motion sickness bukan berasal dari guncangan kendaraan, melainkan ada hal lain yang lebih dominan, yakni ‘kebingungan otak,’ dalam mengolah informasi.

BACA JUGA: Suka Mabuk Kendaraan Saat Perjalanan, Ini Cara Mengatasinya

“Gejala tersebut muncul setelah adanya gangguan pada input sensori yang diterima otak karena mengira tubuh berada dalam kondisi diam dan bergerak pada waktu bersamaan. Dan itulah yang terjadi ketika kita berada di dalam mobil,” ujar Hawkins.

“Kita baik-baik saja saat berjalan, tapi kita bisa mengalami pusing saat tubuh berada dalam posisi diam namun sesuatu menghasilkan gerakan. Pusat keseimbangan di telinga bagian dalam menganggap hal yang berbeda dari realitasnya,” sambungnya.

Di telinga bagian dalam, ada struktur yang disebut dengan sistem vestibular. Fungsinya untuk mendeteksi gravitasi dan gerakan, serta mengirimkan sinyal ke otak yang membantu kita tetap seimbang. Sinyal itu dikirimkan dari indera tubuh lainnya, dan menjadi masalah ketika data yang dikirim berlawanan.

BACA JUGA: Jangan Lakukan 3 Hal Ini Ketika Anda Nyetir Mobil Matic

Sebagai contoh, saat kita berada di dalam mobil yang melaju, mata melihat pemandangan yang berlalu melalui jendela, yang akan menginformasikan ke otak bahwa kita dalam kondisi bergerak. Namun tubuh kita memberikan proyeksi berbeda, di dalam kendaran kita tidak bergerak sendiri.

“Hal tersebut membuat otak kita tidak tahu harus mempercayai informasi yang mana. Sinyalnya campur aduk. Sehingga menyebabkan pusing dan juga mual,” kata dia. []

SUMBER: 100KPJ


Artikel Terkait :

Leave A Reply

Your email address will not be published.