Allah Menyukai Hambanya yang Menyegerakan Berbuka Puasa

Menyegerakan Berbuka adalah Salah Satu Perilaku yang Dicontohkan Rasulullah

INSPIRADATA. Dalam kitab Riyadhus Shalihin yang ditulis oleh Imam Nawani mengatakan bahwa jika kita ingin mendapatkan ridha Allah SWT, maka hendaknya kita menyegerakan berbuka puasa. Hal ini pula yang dicontohkan oleh Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam.

“Selama kita mau mengikuti ajaran Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam, kita akan selalu dalam kebaikan dan kebahagiaan,” tulis Imam Nawawi dalam kitabnya.

Jika terdengar adzan Maghrib, umat Muslim yang berpuasa hendaknya menyegerakan berbuka, karena hal tersebut sesuai dengan Hadits Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam yang bersumber dari Sahl bin Sa’ad RA.

Jika waktu Maghrib sudah tiba, umat Muslim yang sedang menjalankan ibadah puasa diperintahkan untuk segera berbuka. Ini sesuai dengan hadis Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam yang bersumber dari Sahl bin Sa’ad RA.

Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam bersabda, “Kaum Muslimin akan selalu dalam kebaikan, selama mereka menyegerakan berbuka puasa,” Hadis riwayat Muttafaqun ‘alaih.

Menurut Imam Nawawi, makan sahur di waktu mendekati shubuh dan menyegerakan berbuka puasa adalah perilaku yang dicontohkan langsung oleh Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam. Perilaku tersebut merupakan cara untuk kita terhindar dari ajaran puasa yang berlebihan.

Imam Nawawi kemudian mengutip hadis Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam yang bersumber dari Abu Hurairah yang berkata, Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam bersabda, “Allah Yang Maha Perkasa dan Maha Agung berfirman, HambaKu yang paling Aku sukai adalah yang paling cepat berbuka puasa.” (Hadis riwayat Muslim). []


Artikel Terkait :

About Ferry Ardiyanto Kurniawan

Seorang anak muda dengan cita-cita luhur yang sedang berproses secara perlahan tanpa jeda!

Check Also

Ka’bah Selalu Dijaga, Mengapa di Akhir Zaman Bisa Dihancurkan?

Bagaimana mungkin Ka’bah bisa dihancurkan sedang Allah telah menjadikan Mekkah sebagai Tanah Suci yang aman?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *