Foto: Freepik

Mereka yang Masuk Surga sebelum Hari Kiamat

Sebagaimana diketahui, manusia pertama yang masuk surga adalah bapak manusia, Adam alaihis sallam. Hal itu seperti firman-Nya:

وَقُلْنَا يَا آدَمُ اسْكُنْ أَنْتَ وَزَوْجُكَ الْجَنَّةَ وَكُلَا مِنْهَا رَغَدًا حَيْثُ شِئْتُمَا

“Dan Kami berfirman: ‘Hai Adam, diamilah oleh kamu dan istrimu surga ini, dan makanlah makanan-makanannya yang banyak lagi baik dimana saja yang kamu sukai’.” (QS. Al-Baqarah: 35)

Namun, Adam kemudian berbuat maksiat kepada Tuhannya dengan memakan buah pohon khuldi yang telah dilarang oleh Allah untuk memakannya.

Karena itu, Allah menurunkannya dari surga ke negeri kesengsaraan.

Allah berfirman,

وَلَقَدْ عَهِدْنَا إِلَى آدَمَ مِنْ قَبْلُ فَنَسِيَ وَلَمْ نَجِدْ لَهُ عَزْمًا. وَإِذْ قُلْنَا لِلْمَلَائِكَةِ اسْجُدُوْا لِآدَمَ فَسَجَدُوْا إِلاَّ إِبْلِيْسَ أَبَى. فَقُلْنَا يَاآدَمُ إِنَّ هَذَا عَدُوٌّ لَّكَ وَلِزَوْجِكَ فَلَا يُخْرِجَنَّكُمَا مِنَ الْجَنَّةِ فَتَشْقَى. إِنَّ لَكَ أَلاَّ تَجُوْعَ فِيْهَا وَلَا تَعْرَى. وَأَنَّكَ لَاتَظْمَؤُ فِيْهَا وَلَا تَضْحَى. فَوَسْوَسَ إِلَيْهِ الشَّيْطَانُ قَالَ يَاآدَمُ هَلْ أَدُلُّكَ عَلَى شَجَرَةِ الْخُلْدِ وَمُلْكٍ لاَّيَبْلَى. فَأَكَلَا مِنْهَا فَبَدَتْ لَهُمَا سَوْءَاتُهُمَا وَطَفِقَا يَخْصِفَانِ عَلَيْهِمَا مِنْ وَّرَقِ الْجَنَّةِ وَعَصَى آدَمُ رَبَّهُ فَغَوَى. ثُمَّ اجْتَبَاهُ رَبَّهُ فَتَابَ عَلَيْهِ وَهَدَى. قَالَ اهْبِطَا مِنْهَا جَمِيْعًا بَعْضُكُمْ لِبَعْضِ عَدُوٌّ

“Dan sesungguhnya telah Kami perintahkan kepada Adam dahulu maka ia lupa (akan perintah itu) dan tidak Kami dapati padanya kemauan yang kuat. Dan (ingatlah) ketika Kami berkata kepada malaikat: ‘Sujudlah kamu kepada Adam,’ maka mereka sujud, kecuali Iblis. Ia membangkang.Maka Kami berkata: ‘Hai Adam, sesungguhnya ini (Iblis) adalah musuh bagimu dan bagi istrimu maka sekali-kali janganlah sampai ia mengeluarkan kamu berdua dari surga, yang menyebabkan kamu menjadi celaka. Sesungguhnya, kamu tidak akan kelaparan di dalamnya dan tidak akan telanjang. Dan sesungguhnya kamu tidak akan merasa dahaga dan tidak (pula) akan ditimpa panas matahari di dalamnya.’ Kemudian setan membisikkan pikiran jahat kepadanya, dengan berkata: ‘Hai Adam, maukah aku tunjukkan kepada kamu pohon khuldi dan kerajaan yang tidak akan binasa?’Maka keduanya memakan dari buah pohon itu lalu tampaklah bagi keduanya aurat-auratnya dan mulailah keduanya menutupinya dengan daun-daun (yang ada di) surga, dan durhakalah Adam kepada Tuhan dan sesatlah ia. Kemudian Tuhannya memilihnya maka Dia menerima tobatnya dan memberinya petunjuk. Allah berfirman: ‘Turunlah kamu berdua dari surga bersama-sama, sebagian kamu menjadi musuh bagi sebagian yang lain’.” (QS. Thâhâ: 115–123)

Meski demikian, ternyata ada di antara manusia yang telah masuk surga sebelum hari Kiamat. Mereka adalah para syuhada.

Dalam ShahîMuslim diriwayatkan dari Masruq, ia menceritakan, “Kami bertanya kepada Abdullah ibn Mas’ud tentang ayat berikut:

وَلَا تَحْسَبَنَّ الَّذِيْنَ قُتِلُوْا فِى سَبِيْلِ اللهِ أَمْوَاتًا بَلْ أَحْيَاءٌ عِنْدَ رَبِّهِمْ يُرْزَقُوْنَ

‘Janganlah kamu mengira bahwa orang-orang yang gugur di jalan Allah itu mati, bahkan mereka itu hidup di sisi Tuhannya dengan mendapat rezeki.’ (QS. Âli-‘Imrân: 169)

Lantas Ibnu Mas’ud menjawab: ‘Sungguh kami telah menanyakan hal itu (kepada Nabi s.a.w.) lalu beliau menjawab:

أَرْوَاحُهُمْ فِى جَوْفِ طَيْرٍ خُضْرٍ، لَهَا قَنَادِيْلُ مُعَلَّقَةٌ بِالْعَرْشِ، تَسْرَحُ مِنَ الْجَنَّةِ حَيْثُ شَاءَتْ، ثُمَّ تَأْوِى إِلَى تِلْكَ الْقَنَادِيلِ، فَاطَّلَعَ إِلَيْهِمْ رَبُّهُمُ اطِّلاَعَةً. فَقَالَ: هَلْ تَشْتَهُوْنَ شَيْئًا؟ قَالُوْا: أَىُّ شَىْءٍ نَشْتَهِى؟ وَنَحْنُ نَسْرَحُ مِنَ الْجَنَّةِ حَيْثُ شِئْنَا، فَفَعَلَ ذَلِكَ بِهِمْ ثَلاَثَ مَرَّاتٍ. فَلَمَّا رَأَوْا أَنَّهُمْ لَنْ يُتْرَكُوا مِنْ أَنْ يُسْأَلُوا. قَالُوْا: يَا رَبِّ نُرِيْدُ أَنْ تَرُدَّ أَرْوَاحَنَا فِى أَجْسَادِنَا حَتَّى نُقْتَلَ فِى سَبِيْلِكَ مَرَّةً أُخْرَى. فَلَمَّا رَأَى أَنْ لَيْسَ لَهُمْ حَاجَةٌ تُرِكُوْا

Ruh-ruh mereka berada di antara burung-burung hijau dan memiliki lampu pelita yg tergantung di Arsy. Ruh itu bebas terbang ke manapun yang ia sukai kemudian kembali ke pelita-pelita tersebut. Tuhan mendatangi mereka dan bertanya: ‘Apakah kalian menginginkan sesuatu?’ Mereka menjawab: ‘Apalagi yang kami inginkan sementara kami bebas terbang dalam surga sesuka kami?’ Allah menanyakan hal tersebut terhadap mereka sampai tiga kali. Hingga ketika mereka merasa bahwa mereka akan terus ditanya, merekapun menjawab: ‘Wahai Rabb kami, kami ingin Engkau kembalikan ruh-ruh kami kepada jasad-jasad kami agar kami dapat terbunuh lagi di jalan-Mu.’ Tatkala Allah melihat bahwa mereka sudah tidak memiliki hajat, ditinggalkanlah mereka’.” (HR. Muslim)

Wallahualam bishawab. []

 

Sumber: Surga dan Neraka/Karya Dr. Umar Sulaiman Al-Asyqar


Artikel Terkait :

About matiar

Check Also

Ka’bah Selalu Dijaga, Mengapa di Akhir Zaman Bisa Dihancurkan?

Bagaimana mungkin Ka’bah bisa dihancurkan sedang Allah telah menjadikan Mekkah sebagai Tanah Suci yang aman?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *