Unik, Informatif , Inspiratif

Meristekdikti: Perlu Penanganan Radikalisme Kampus

0 15

Isu radikalisme yang menghantui kampus sebenarnya bukan isu baru. Sejak lama kampus telah disinyalir sebagai tempat berkembangkangnya radikalisme. Sejak tahun 2017 Menristekdikti M Nasir telah melakukan pendekatan dan bimbingan kepada dosen dan mahasiswa yang terindikasi radikalisme.

Pada Juni 2018, Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BNPT) menyebut data tujuh kampus di Indonesia yang terpapar radikalisme. Lalu pada bulan November ini BIN merilis laporannya bahwa ada 41 mesjid yang terindikasi radikalisme.

BACA JUGA:Din Syamsuddin Tanggapi Isu Masjid Radikal di Jakarta

“Masalah terpapar radikalisme ini perlu kami sampaikan perguruan tinggi perguruan tinggi yang terpapar radikalisme ini, semua rektor sudah saya minta untuk melakukan profiling pada dosen dan mahasiswa,” papar M Nasir, Kamis (22/11/2018).

Bahkan pihaknya memberi opsi bagi dosen yang terpapar pada paham radikalisme. Opsi tersebut adalah melepas jabatannya sebagai PNS atau tetap menjadi dosen dengan meninggalkan paham radikal tersebut.

BACA JUGA:Rilis Daftar 200 Penceramah, Kemenag Dianggap Blunder

Namun M Natsir tidak merinci berapa jumlah dosen yang terpapar radikalisme. M natsir hanya menyebutkan sekitar empat atau lima dosen. Dan mereka tersebar di beberapa kota di Indonesia

Dari sejumlah dosen yang terpapar radikalisme, ada beberapa menyandang gelar profesor.

“Profesor ada, yang bukan profesor ada. Dia menikmati uang negara tapi dia harus merong-rong negara itu ndak boleh,” tegasnya. []

SUMBER: DETIK.COM

Artikel Terkait :

loading...

Kamu Sedang Offline