Foto: The Koz Stone

Meski Baru 3 Tahun, Bocah Ini Sudah Jadi Master Kung Fu

Kung-fu, salah satu seni bela diri asal Negeri Tirai Bambu biasanya membutuhkan waktu yang lama untuk menguasainya. Namun, tak begitu benar bagi anak 3 tahun ini. Ia sudah disebut master.

Little Stone, nama anak itu. Pada usianya yang masih sangat muda ini dia sudah menyandang gelar sebagai master kungfu.

BACA JUGA: Pemenang Master Chef Amerika Ini Donasikan Hadiahnya Untuk Pengungsi Palestina

Dalam kesehariannya, Little Stone tinggal di kuil Shaolin di provinsi Henan, China. Di kuil itu, ia menghabiskan paling tidak 5 jam sehari untuk melatih kemampuannya. Tak hanya itu, latihan pun dimulai saat hari masih gelap, yakni jam 5 pagi.

Little Stone bersama teman-teman seusianya berlatih berlari, memukul-mukul pohon, hingga mengangkat potongan pohon bersama-sama. Sering juga ia berlatih sendirian bersama gurunya untuk memperbaiki gerakan-gerakannya.

Mempelajari semua itu dalam usia yang sangat muda tentu bukan hal yang mudah. Berkali-kali, ia terlihat kesulitan menjaga keseimbangan. Namun, ketekunannya dalam berlatih membuatnya sudah semahir sekarang.

Masih tetap bocah biasa

Meski menguasai berbagai jurus kungfu, Little Stone tetaplah seorang bocah biasa. Setiap dibangunkan pagi, ia masih menangis. Namun, tangisan tak menghalangi ia untuk terus berlatih. Ia tentu rindu sekali dengan orangtuanya.

Maka, tak jarang bocah ini menangis saat ibundanya melakukan video call. Tapi kasian juga, ya. Dia tentu sangat membutuhkan perhatian orangtuanya.

BACA JUGA: The Crow, Kematian Tragis Putra Sang Naga

Namun tujuan orangtua Little Stone memasukkannya ke dalam Shaolin adalah agar ia bisa tumbuh lebih kuat dan mandiri.

Rata-rata, anak yang dilatih di Shaolin memang menunjukkan sifat seperti itu. Selain itu, mereka juga berharap ketika Little Stone telah tumbuh dewasa, ia mampu menjadi tentara yang hebat. []

SUMBER: KEEPO


Artikel Terkait :

About Al Mutafa-il

Bangkit, bangun, bergerak dan kembali bersinar

Check Also

fungsi pangkal tusuk gigi

Di Balik Populernya Tusuk Gigi di Dunia, Ini Sejarahnya

Sekitar tahun 1870, ia mampu memproduksi jutaan tusuk gigi kayu dalam satu hari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *