Mesut Ozil Mengunggah Foto Seorang Anak dari Jakarta

Mesut Ozil dan Seorang Remaja dari Jakarta

INSPIRADATA. Fungsi media sosial jika dimanfaatkan dengan baik akan sampai kepada dampak positif bagi kehidupan seseorang. Hal tersebut dialami oleh pesepak bola profesional asal Jerman, keturunan Turki yang bermain untuk klub Arsenal, Mesut Ozil. Demikian disitat dari Brilio, Minggu (20/5/2017).

Melalui akun instagram pribadinya, Ozil mengunggah foto seorang anak kecil yang mengenakan kostum Arsenal bertuliskan nama dirinya. Tak hanya itu, Ozil pun menyertakan caption yang cukup menyentuh para netizen. Ada apa ya?

“Dhani lives on a bench at the edge of a rubbish dump in North #Jakarta. He had to drop out of school to work and support his family because his dad is blind. Thanks to the @Arsenal_Foundation & @SaveChildrenUK football programme – Dhani has a safe place to play and football is helping to build his confidence. Football can truly help improve children’s lives all over the world,” tulis Ozil.

Dhani, menurut Ozil, tinggal di pinggir tempat pembuangan sampah di Jakarta Utara. Ia juga harus putus sekolah untuk bekerja karena ayahnya kehilangan penglihatannya. Beruntung, disana ada @Arsenal_Foundation & @SaveChildrenUK, Dhani punya tempat yang aman untuk bermain.

Ternyata, olahraga khususnya sepak bola pun mempunyai peranan dalam mengubah kehidupan seseorang yang tadinya biasa saja menjadi luar biasa, contohnya Dhani.

“Sepak bola benar-benar dapat membantu meningkatkan kehidupan anak-anak di seluruh dunia. Sepak bola juga membantu Dhani menumbuhkan rasa percaya dirinya,” tegas Ozil.

Hingga kini, unggahan dari Ozil itu menuai komentar positif dan apresiasi dari para netizen, baik di luar negeri maupun di Indonesia sendiri.

“Thanks for your respect ozil. Alhamdulillah,” tulis penggemar asal Indonesia bernama Hafidz Fuadi. []


Artikel Terkait :

About Ferry Ardiyanto Kurniawan

Seorang anak muda dengan cita-cita luhur yang sedang berproses secara perlahan tanpa jeda!

Check Also

Akankan Mou Sukses di Spurs?

Tujuannya jelas: mengarahkan klub kembali ke empat besar dalam jangka pendek dan, selama 18 bulan ke depan, mendapatkan beberapa trofi. Bisakah Mou?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *