Unik, Informatif , Inspiratif

Migrain, Kenali 16 Penyebabnya Ini

0 15

 

Migrain adalah nyeri kepala sedang hingga parah. Rasa sakit migrain terasa berdenyut yang umumnya hanya mengenai sebelah sisi kepala saja. Pada kasus tertentu, migrain dapat menyerang dua sisi kepala, bahkan sakitnya hingga terasa di leher.

Serangan migrain dapat muncul hanya beberapa kali dalam setahun. Pada penderita lainnya, migrain dapat muncul hingga beberapa kali dalam seminggu..

Entah bagaimana penjelasan ilmiahnya, Migrain lebih sering diidap wanita dibandingkan pria.

Menurut hasil penelitian WHO, dari total populasi manusia berusia 18-65 tahun yang melaporkan pernah mengalami sakit kepala, sekitar 30 persen merupakan sakit kepala migrain.

BACA JUGA: Sering Migrain, Ternyata Ada Cacing Hidup di Otak Pria Ini

Agar rasa sakit kepalamu teratasi dengan tepat, maka kamu harus mengetahui penyebab yang mendasarinya dan bagaimana cara tepat mengatasinya.

1. Lapar

Lapar dapat menyebabkan migrain. Hal ini disebabkan karena otak membutuhkan gula (glukosa) dari makanan sebagai bahan bakar agar berfungsi optimal. Maka bila tidak makan, kadar gula darah menjadi turun (hipoglikemia), akibatnya otak memberikan respon berupa sakit kepala.

2. Stres

Saat kita mengalami stres, tubuh melepaskan bahan kimia yang memiliki sifat ‘figh or fligh’ . Bahan kimia ini membuat otot-otot menjadi tegang dan mengubah aliran darah, yang keduanya menyebabkan sakit kepala.

3. Salah makan

Makanan tertentu ternyata diketahui menyebabkan sakit kepala, terutama yang mengandung bahan pengawet. Makanan pemicu sakit kepala di antaranya keju tua, anggur merah (minuman), kacang-kacangan, dan daging olahan.

4. Alkohol

Bir, anggur, dan minuman beralkohol lainnya mengandung etanol, bahan kimia yang memicu sakit kepala karena dapat memperlebar pembuluh darah. Ketika pembuluh darah di sekitar kepala melebar, maka itu akan menyebabkan tekanan dan sensitifitas pada saraf-saraf di kepala.

5. Kurang tidur

Gangguan kurang tidur atau Insomnia bisa memicu sakit kepala sebelah kiri. Begitu sakit kepala terjadi, rasa sakit juga bisa membuat tidur kurang nyenyak di malam hari, sehingga yang terjadi adalah pola lingkaran setan. Orang dengan gangguan tidur lainnya seperti obstructive sleep apnea juga lebih rentan mengalami sakit kepala.

6. Salah posisi tidur

Biasanya ini terjadi ketika posisi kepala tidak tepat, orang kita bilang ‘salah bantal’. Jika ketegangan otot leher itu di sisi kiri, maka hal ini bisa menjadi penyebab sakit kepala sebelah kiri.

7. Infeksi dan alergi

Sakit kepala sebelah kiri ataupun kanan sering disebabkan oleh infeksi pernafasan seperti flu atau pilek biasa. Hal ini terjadi karena demam dan saluran sinus yang tersumbat dapat menyebabkan sakit kepala yang merupakan gejala sinusitis. Bila alerginya menyebabkan sinus, menyebabkan rasa sakit dan tekanan di balik dahi dan tulang pipi.

Pada kasus infeksi serius seperti ensefalitis dan meningitis, kondisi ini dapat menyebabkan sakit kepala yang lebih hebat. Disertai gejala lainnya seperti kejang, demam tinggi, dan leher kaku.

BACA JUGA: Teh Hijau Bisa Atasi Sakit Kepala karena Stres Kerja

8. Masalah gigi dan gusi

Ketika gigi atau gusi mengalami peradangan dan rasa sakit, maka sakitnya dapat menyebar sampai di kepala. jika yang sakit adalah gigi dan gusi sebelah kiri, maka hal itu bisa menjadi penyebab sakit kepala sebelah kiri.

9. Obat berlebihan

Obat untuk mengobati sakit kepala justru dapat menyebabkan sakit kepala lebih berat apabila digunakan lebih dari dua atau tiga hari dalam seminggu. Sakit kepala ini dikenal sebagai medication overuse headaches, atau sakit kepala rebound. Sakit kepala terjadi hampir setiap hari, dan rasa sakit mulai saat bangun di pagi hari.

Obat-obatan yang bisa menyebabkan sakit kepala berlebih meliputi: aspirin, acetaminophen (parasetamol), ibuprofen, naproxen, triptan, ergotamin, oxycodone, tramadol, dan hydrocodone.

10. Gangguan saraf

Adanya masalah pada saraf terkadang bisa menjadi sumber sakit kepala. Occipital neuralgia: Saraf oksipital terletak di dasar tengkorak. Iritasi pada saraf ini dapat menyebabkan rasa sakit yang hebat, menusuk-nusuk di bagian belakang kepala atau pangkal tengkorak. Rasa sakitnya dapat berlangsung beberapa detik sampai menit.

Giant cell arteritis: Juga disebut arteritis temporal, kondisi ini disebabkan oleh pembengkakan pembuluh darah – termasuk arteri temporal di sepanjang sisi kepala. Gejalanya bisa meliputi sakit kepala dan nyeri di rahang, bahu, dan pinggul, seiring dengan perubahan visual.Trigeminal Neuralgia: Saraf trigeminal berfungsi sebagai penerima rangsang rasa pada wajah dan sebagian kepala. Jika saraf ini terganggu, maka rasa sakit terasa begitu hebat di sisi wajah yang terkena hingga kepala.

11. Tutup kepala yang kencang

Memakai helm, topi, atau pelindung kepala lainnya yang terlalu ketat dapat memberi tekanan pada satu atau kedua sisi kepala. Lama kelamaan dapat menimbulkan rasa sakit.

12. Gegar otak
Benturan saat jatuh, atau pukulan keras di kepala bisa menyebabkan cedera otak traumatis. Rasa sakit yang timbulkan sesuai dengan daerah yang terkena pukulan, bisa kiri atau kanan. Jika gegar otak terjadi, maka tidak hanya sakit di kepala, tapi juga disertai dengan bingung, mual, dan muntah.

BACA JUGA: Sering Migrain, Ternyata Ada Cacing Hidup di Otak Pria Ini

13. Glaukoma

Glaukoma atau meningkatnya tekanan dalam bola mata sangat berbahaya karena dapat menyebabkan kebutaan. Jika kamu merasakan sakit di mata, penglihatan kabur, dan sakit kepala marah, maka sebaiknya segera berobat sebelum terlambat.

14. Tekanan darah tinggi

Biasanya, tekanan darah tinggi tidak menimbulkan gejala. Tapi pada beberapa orang sakit kepala bisa jadi pertanda hipertensi. Hal ini dapat diketahui melalui pemeriksaan tekanan darah.

15. Stroke

Bekuan darah bisa menghalangi pembuluh darah ke otak, memutus aliran darah dan menyebabkan stroke. Perdarahan di dalam otak juga bisa menyebabkan stroke. Sakit kepala yang mendadak dan parah adalah satu tanda peringatan adanya stroke.

16. Tumor otak

Bagi yang sering mengalami sakit kepala intens disertai dengan gejala lain seperti kehilangan penglihatan, masalah bicara, kebingungan, kesulitan berjalan, dan kejang, maka harus mewaspadai adanya tumor di dalam otaknya. Hal ini hanya dapat diketahui melalui pemeriksaan, baik fisik dan juga penunjang, seperti CT Scan dan MRI. []

SUMBER: LIPUTAN 6

Artikel Terkait :

loading...

Kamu Sedang Offline