Foto: Media Indonesia

Minimnya Tenaga Epidemiologi, Sebabkan Penyelidikan Penyakit Menular Tak tuntas

Saat ini di setiap kabupaten Indonesia, mungkin hanya memilki satu petugas epidemiologi. Bahkan belum tentu di semua kabupaten/kota di Indonesia yang berjumlah 511 kabupaten/kota sudah ada petugas epidemiologi.

Sebagaimana diketahui, Kementerian Kesehatan Indonesia masih minim petugas epidemiologi. Idealnya setiap Puskesmas ada satu Petugas Epidemiologi.

Dirjen pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Kementerian Kesehatan Muhammad Subur mengatakan bahwa tenaga epidemiologi di Indonesia masih kurang. “Mau saya setiap puskesmas minimal ada seorang tenaga epidemiologi. Cita-cita saya perlu 10 ribu petugas epidemiologi di Puskesmas seluruh Indonesia, “lanjut Muhamad Subur.

BACA JUGA: Pemerintah Malawi dan UNICEF Berantas Malaria dengan Drone

Dia mengatakan selama ini dalam berbagai kesempatan sudah minta kepada daerah untuk menambah petugas epidemiologi. ‘’Jangan tenaga dokter, perawat dan bidan saja yang tambah. Tenaga epidemiologi juga sangat diperlukan,’’kata Subur.

Menurut Subur, minimnya tenaga epidemiologi menjadi hambatan dalam upaya penyelidikan satu kasus penyakit. Sehingga penyelidikan kasus epidemiologi seringkali tidak pernah tuntas.

Perlu diketahui bahwa petugas epidemiologi dalam melakukan penyelidikan suatu kasus penyakit dari A sampai Z dan ada triangle yakni Host (penjamen), Agent dan Enviroment (lingkungan).

BACA JUGA: Ratusan Ribu Anak-anak Rohingya Terancam Penyakit Menular di Pengungsian

Dalam pekerjaan risetnya, petugas epidemiologi juga mempunyai metode 5 W 1 H (Who, What, Why, Where dan How). “Kalau petugas epidemiologi ada di setiap kabupaten, dalam melakukan penanganan suatu kasus penyakit akan berjalan baik ,” ujarnya.

Menurut Muhamad Subur, saat ini baru ada dua perguruan tinggi yakni UGM dan Universitas Indonesia yang menyelenggarakan Field Epidemiology training programme(FETP). Hal ini bisa dikembangkan di perguruan tinggi yang lain. []

SUMBER: REPUBLIKA


Artikel Terkait :

About Kesit Susilowati

Check Also

orang yang boleh meminta-minta

Jangan Sentuh 3 Bagian Tubuh Ini dengan Tangan!

Hasil penelitian juga mengungkapkan, orang yang menggunakan cincin atau memelihara kuku lebih dari dua milimeter membawa lebih banyak mikroba di tangannya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *