Miris, di Kem Pengungsian Thailand pun, Muslimah Rohingnya Dipaksa Jadi Budak Seks

016-korban-rogol

INSPIRADATA. Kebejatan penjaga kem rahasia Muslim Rohingya di dalam hutan sudah tidak bisa ditolelir.

Bagaimana tidak, jika wanita Muslim setiap harinya dijadikan budak seks. Berdasarkan kesaksian ibu muda ini, wanita Muslim diperlakukan layaknya boneka.

Nur Khaidha Abdul Shukur, 24, mengungkapkan kisah pilu wanita Muslim Rohingya. Ia menuturkan, jika mereka ditempatkan sementara di kem transit yang dibangun sindikat perdagangan manusia di Padang Besar, Thailand. Mereka diperkosa secara beramai-ramai oleh para penjaga kem tersebut.

Khaida sempat ditahan selama delapan hari bersama anaknya yang baru berusia beberapa bulan di kem transit itu.

“Setiap malam, dua atau tiga wanita muda Rohingya yang agak cantik, akan dibawa keluar dari kem tahanan dan dibawa ke tempat tersembunyi oleh para penjaga kem.”

“Wanita itu diperkosa beramai-ramai oleh mereka (penjaga kem). Malah di dalam kem itu, ada dua wanita muda yang tengah mengandung. Diduga, itu hasil perbuatan keji penjaga,” tambahnya kepada wartawan kantor berita Malaysia di Alor Setar, Kedah, (1/6/2015).

Menurut Nur Khaidha, ada juga di antara wanita-wanita itu yang dibawa oleh para penjaga kem selama beberapa hari untuk menjadi pelampiasan kebuasan seks mereka.

“Mereka (wanita) akan menghilang selama dua hingga tiga hari setelah dibawa oleh pengawal itu. Setelah mereka dikembalikan ke kem saya tidak bertanya tetapi saya tahu apa yang telah terjadi kepada mereka.”

“Dari raut wajah mereka, kita tahu,” katanya, dilansir Riaupos.

Menurutnya, wanita-wanita yang ditahan dalam kem tidak diizinkan berbicara antara satu dengan lainnya. Bagi yang tidak mengindahkan larangan itu, akan dipukul. []


Artikel Terkait :

About Tia Apriati Wahyuni

Check Also

Entah Apa yang Merasuki Pria Ini, 2 Bulan Tinggal di Tong Setinggi 25 Meter

Sebelumnya, rekor tersebut dipegang oleh dirinya sendiri pada 1997. Ketika itu, dia tinggal di dalam tong selama 54 hari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *