Helikopter Momo (foto: Kompas)

Momo, Inovator Lulusan SMP Akhirnya Bisa Hidupkan Baling-baling Helikopternya

Momo alias Nasri, inovator lulusan Sekolah Menengah Pertama (SMP) dari Aceh Utara akhirnya berhasil menghidupkan baling-baling “helikopter” rakitannya.

Di Desa Dayah Meunara, Kecamatan Kuta Makmur, Aceh Utara Nasri melakukan inovasinya. Meski bentuk helikopternya memang masih rangka, tetapi dia sangat senang.

Nasri memberi nama produk buatannya NSG-0 DY. Dia menyebutkan, helikopter itu dibuat sejak enam bulan terakhir di sebuah bengkel tempatnya bekerja sehari-hari.

“Otodidak saja, belajar merakit. Mengelas besi-besinya saya kan sudah bisa. Saya beruntung dibantu oleh pemilik bengkel dan memberikan modalnya juga,” ujar pria itu, lansir Kompas, Rabu (22/11/2017).

Dia menyebutkan, hari ini, baling-baling “helikopter” itu sudah berputar. Namun, untuk uji terbang belum dilakukan. Butuh izin tertentu untuk mengurus tes terbang tersebut.

“Saya lihat dari YouTube juga cara buatnya,” kata Momo.

Ukuran helikopter rakitannya itu memiliki panjang 2,2 meter. Dia menyebutkan rencananya adalah membuat heli penumpang, tetapi belum memiliki pikiran akan serius digunakan. Dia hanya ingin menguji kemampuannya saja.

Menurut Momo, sejak kecil dia penasaran ingin membuat heli sendiri dan menerbangkannya. Dia menjelaskan, setelah bekerja, dia langsung mulai merakit helikopter itu.

“Atau saya kerjakan ketika tidak ada sepeda motor atau mobil yang harus diperbaiki,” katanya.

Arahman, pemilik bengkel, menyebutkan mendukung ujicoba yang dilakukan Momo. “Saya sudah habis Rp 30 juta-an untuk beli bahan-bahannya. Mulai besi dan lain sebagainya,” katanya.

Meski belum bisa terbang, lanjut Arahman, dia terus memacu semangat Momo merakit helikopter tersebut.

“Ini kan luar biasa, ada anak kampung yang punya kemauan begitu. Saya mendukung terus,” katanya. []


Artikel Terkait :

About Al Mutafa-il

Bangkit, bangun, bergerak dan kembali bersinar

Check Also

fungsi pangkal tusuk gigi

Di Balik Populernya Tusuk Gigi di Dunia, Ini Sejarahnya

Sekitar tahun 1870, ia mampu memproduksi jutaan tusuk gigi kayu dalam satu hari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *