Unik, Informatif , Inspiratif

MUI Dukung Aceh Larang Perayaan Tahun Baru, Ini Alasannya

0

Menjelang tahun baru Pemerintah Kota Banda Aceh melarang warganya untuk merayakan tahun baru. Larangan ini mendapat dukungan dari Majelis Ulama Indonesia.

Menurut penilaian Sekjen MUI Anwar Abbas larangan tersebut tidak melanggar apapun. Bahkan hal itu bagus untuk dilakukan di tengah kondisi ekonomi masyarakat yang sedang buruk.

Anwar Abas memberi pernyataan bahwa boleh saja ya, pemerintah setempat mengimbau masyarakatnya untuk tidak berhura-hura di akhir tahun dan di awal tahun baru. “ Imbauan itu kita sambut. Apalagi di tengah-tengah kondisi ekonomi masyarakat yang juga kurang bagus sebaiknya kita berhemat tidak berfoya-foya,” kata Anwar Abbas.

BACA JUGA: Studi: Banda Aceh dan Jakarta Masuk Tiga Terbawah Kota Toleran

Menurut Anwar hukum perayaan tahun baru dalam Islam adalah mubah yang berarti apabila dikerjakan tidak berpahala dan tidak berdosa, jika ditinggalkan pun tidak berdosa dan tidak berpahala. Walaupun demikian, Anwar mengingatkan perayaan tersebut bisa menjadi haram jika dilakukan secara berlebihan.

Anwar menjelaskan juga bahwa sesuatu yang mubah itu bisa menjadi haram jika berlebih-lebihan. Jika mubazir, itu haram. Jika melampaui batas-batas norma-norma agama terlanggar suatu perkarkara bisa menjadi haram.

Dengan alasan itu, Anwar menyarankan bila ada yang ingin merayakan tahun baru sebaiknya diisi dengan hal yang bermanfaa. Acara tahun baru bisa saja diisi seperti penggalangan dana untuk masyarakat yang terdampak bencana alam di Lombok ataupun Palu.

Anwar juga menjelaskan keprihatinan, saat negeri ini penuh musibah, seperti gempa di NTT, di Palu tsunami, masyarakat di sana jelas memerlukan bantuan uluran tangan. Sampai sekarang saja mereka yang kehilangan rumah di sana, belum punya rumah.

BACA JUGA: Atas Laporan Warga, Dewan Aceh Minta Syariat Diperketat

“Nah, bisa enggak dana-dana yang untuk beli mercon, beli segalanya ditransformasikan, dikumpulkan untuk disalurkan kepada kawan-kawan kita yang sampai hari ini belum keluar dari masalahnya itu. Jadi rasa bahagia kita diungkapkan dengan cara yang lain. Cara yang berbeda, yang lebih baik,” tutupnya.

Pemkot Aceh mengeluarkan larangan untuk warganya merayakan malam tahun baru 2019 di Banda Aceh. Ada empat poin seruan terkait larangan tersebut, yaitu:

1. Diminta kepada warga Kota Banda Aceh agar pada malam pergantian Tahun Baru Masehi 1 Januari 2019, tidak melakukan perayaan seperti pesta kembang api, mercon/petasan, meniup terompet, balap-balapan kendaraan dan permainan/kegiatan hura-hura lainnya yang tidak bermanfaat serta bertentangan dengan Syariat Islam dan Adat Istiadat Aceh

2. Dilarang memperjualbelikan petasan/mercon, kembang api, terompet atau sejenisnya

3. Mari kita bersama memperkokoh kesatuan dan persatuan serta kerukunan umat beragama guna memelihara perdamaian, keamanan dan ketertiban di dalam kehidupan bermasyarakat.

4. Mari kita bersama meningkatkan kepedulian dalam menegakkan Syariat Islam dengan tidak melakukan berbagai kegiatan yang melanggar peraturan perundang-undangan dan Qanun Syariat Islam, serta menjaga jati diri warga Kota Banda Aceh yang Gemilang dalam Bingkai Syariah. []

SUMBER: KUMPARAN


Artikel Terkait :

Leave A Reply

Your email address will not be published.