Unik, Informatif , Inspiratif

MUI: Poligami Salah Satu Tuntunan Syariat Islam

0

Topik Poligami memang selalu aktual, dan mengundang kontroversi. Polemik tentang poligami ini kembali muncul setelah kontroversi rencana Partai Solidaritas Indonesia (PSI) mengajukan larangan poligami di Indonesia.

Mengomentari masalah kontroversi ini, Majelis Ulama Indonesia (MUI) bersikap tegas bahwa poligami adalah satu dari sekian tuntunan dalam syariat Islam.

Ketegasan ini ditopang hukum syariat yang jelas. Seperti pendangan Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH Zainut Tauhid Sa’adi bahwa banyak ditemukan dalil atau hujah di dalam Alquran maupun hadis yang membolehkan seorang Muslim melakukan poligami.

BACA JUGA :Mau Poligami? Ini Syaratnya

Namun Zainut menambahkan, bahwa dalam praktiknya tidak mudah dilakukan oleh setiap orang karena ada beberapa persyaratan yang cukup berat.

Persyaratan tersebut pertama, seorang pelaku poligami harus memiliki sikap adil di antara para istrinya. Kedua, harus semakin meningkatkan ketakwaannya kepada Allah.

“Ketiga, harus dapat menjaga para istrinya, baik menjaga agama maupun kehormatannya. Keempat, wajib mencukupi kebutuhan nafkah lahir dan batin para istri dan keluarganya,” kata Zainut

Zainut juga menambahkan keterangannya, bahwa ada para ulama berbeda pendapat menyikapi praktik poligami.

Ada dua kutub utama yaitu pertama, kalangan Syafiiyah dan Hanbaliyah yang tampak menutup pintu poligami karena rawan dengan ketidakadilan. Sehingga keduanya tidak menganjurkan praktik poligami.

BACA JUGA:  PSI Mau Larang Poligami, Gerindra: Mending Urus Saja Prostitusi

Sementara kalangan Hanafiyah menyatakan kemudahan praktik poligami dengan syarat calon pelakunya memastikan keadilan di antara sekian istrinya.

Zainut menambahkan keterangan bahwa ada negara Islam ada yang mengharamkan poligami seperti Maroko. Tapi sebagian besar negara Islam lainnya membolehkan poligami, termasuk di Mesir namun diatur dalam Undang-undang (UU) dengan persyaratan sang pria harus menyertakan slip gajinya.

Zainut menjelaskan di Indonesia sesuai poligami telah diakomodasi dengan Undang-Undang.

Ada Ketentuan UU Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan Pasal 4 Ayat (1), poligami dapat dilakukan dengan beberapa persyaratan antara lain mendapat izin dari Pengadilan Agama yang dikuatkan persetujuan dari istri atau istri-istrinya, memiliki jaminan kemampuan memberikan nafkah kepada keluarganya, dan kewajiban berlaku adil kepada istri-istri dan anak-anaknya. []

SUMBER: REPUBLIKA


Artikel Terkait :

Leave A Reply

Your email address will not be published.