Inspirasi dan Data

Muliakan Tamu, Ini Dia Keutamaannya

0
Foto: 1Zoom

INSPIRADATA. Siapa yang tak ingin rumahnya dikunjungi handai taulan? Ada kehangatan, kebersamaan di dalamnya. Semua menginginkannya.

Namun, ada juga yang merasa keberatan dengan kehadiran tamu. Merasa terganggu, harus mengeluarkan biaya untuk menjamu dan lain sebagainya. Padahal tamu itu membawa berbagai macam keutamaan bagi sang pemilik rumah.

“Tidak ada kebaikan bagi orang yang tidak menjamu tamu.” (HR. Ahmad).

Berikut beberapa kebaikan menjamu tamu sebagaimana disitat dari laman Ummi.

Tamu menjadi pintu pembuka rezeki

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Tamu datang pada kalian dengan membawa rezeki.” (H.R Muslim)

Tamu menghapus dosa-dosa tuan rumah

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, ” Tamu datang dengan membawa rezekinya dan pergi dengan menghapus dosa-dosa kalian dan Allah menghapus dari dosanya dan dosa-dosa kalian” (H.R. Abu Syaikh).

Rasulullah saw bersabda, “Sesungguhnya seorang tamu yang datang mengunjungi seseorang, membawa rezeki untuk orang tersebut dari langit. Apabila ia memakan sesuatu, Allah swt akan mengampuni dosa penghuni rumah yang dikunjungi.”

Tamu datang membawa hal-hal baik dan pulang membawa hal-hal buruk dari dalam rumah

Sahabat Ummi, jangan salah kaprah dulu. Maksudnya ialah ketika tamu datang, mereka membawa berbagai kebaikan untuk kita, sedangkan ketika mereka pulang, mereka akan membawa dosa-dosa yang berasal dari rumah kita. Seperti yang diceritakan dalam sebuah riwayat berikut ini.

Pada zaman Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, hiduplah sepasang suami istri yang berbeda prinsip soal menerima tamu. Suaminya merupakan orang yang merasa gembira saat rumahnya dikunjungi oleh tamu, sedangkan istrinya tidak. Sang istri akan menunjukkan sikap kurang baik jika ada tamu yang bertandang ke rumahnya. Hal ini tentu menimbulkan kegusaran bagi sang suami hingga akhirnya mengadukan hal tersebut kepada Rasul. Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berkata, “Katakan pada istrimu agar ia memperhatikan tamu pada saat keluar rumah.”

Sang istri akhirnya melakukan saran Rasulullah tersebut. Dia memperhatikan tamu yang datang membawa daging dan buah-buahan yang banyak, sedangkan pada saat keluar rumah mereka membawa pulang ular dan kalajengking yang banyak.

Rasulullah bersabda, “Kedatangan tamu ke rumah mendatangkan karunia yang banyak ke dalam rumah dan pada saat mereka pergi mereka membawa keluar berbagai bencana.” Sejak menyaksikan hal itu, sang  istri menjadi senang menerima tamu.

Memuliakan tamu salah satu tanda orang beriman

“Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan Hari Akhir, hendaklah ia berkata yang baik atau diam. Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan Hari Akhir hendaklah ia memuliakan tetangganya. Dan barangsiapa yang beriman kepada Allah dan Hari Akhir maka hendaklah ia memuliakan tamunya.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Orang yang memuliakan tamu akan berhubungan dengan Allah

Dari Aisyah radhiyallahu anh berkata, Rosulullah saw bersabda, “Silaturahmi itu tergantung di `Arsy (Singgasana Allah) seraya berkata: “Barangsiapa yang menyambungku maka Allah akan menyambung hubungan dengannya, dan barangsiapa yang memutuskanku maka Allah akan memutuskan hubungan dengannya.” (HR. Bukhari dan Muslim). []

loading...
loading...
Comments
Loading...