Unik, Informatif , Inspiratif

Muliakanlah Tamu yang Datang ke Rumah

0

Tamu adalah orang yang datang mengunjungi pada tempat tinggal kita. Orang akan bahagia ketika dikunjungi dan didatangi. Dia bahkan merasa lebih diperhatikan, dibutuhkan, dan di hormati.

Tetapi ada juga yang sebaliknya, merasa sebal dan merasa terganggu jika ada tamu yang hadir. Lebih-lebih orang yang tidak disukai atau sang tuan rumah telah mengetahui tujuan dari tamu tersebut. Dan yang pasti bukan tujuan kesenangan bahkan prasangka buruk.

Ingatlah seorang muslim yang beriman kepada Allah SWT, pasti telah mengetahui bahkan kepada tamupun telah diatur dengan syariat. Maka kita wajib memuliakan tamu yang datang ke rumah. Rasulullah SAW bersabda:“Barang siapa yang beriman pada Allah dan hari akhir maka hendaklah dia memuliakan tamunya.” (HR. Bukhari)

Nah teman-teman disini akan kita bahas tentang memuliakan tamu dalam dua sisi. Antara tuan rumah dan tamu itu sendiri.

1.Bagi tamu, jika itu merupakan undangan maka tidaklah memberikan paling baik kecuali wajib datang. Rasulullah SAW bersabda:“Barangsiapa yang diundang maka datangilah!” (HR. Abu Dawud dan Ahmad)

Dan,

Barang siapa yang tidak memenuhi undangan maka ia telah bermaksiat kepada Allah dan Rasul-Nya.” (HR. Bukhari)

Tentunya dengan harus tetap memperhatikan hal penting seperti berikut:
– Tak ada kemungkaran dalam undangan tersebut.
– Tidak menimbulkan kemudharatan.
– Tidak memberatkan tuan rumah
– Meminta izin ketika memasuki area tempat tinggal
– Terakhir, Mau mendoakan tuan rumah dengan ikhlas

Sebagaimana hadith berikut:

“Ya Allah berikanlah makanan kepada orang telah yang memberikan makanan kepadaku dan berikanlah minuman kepada orang yang telah memberiku minuman.” (HR. Muslim)

“Ya Allah ampuni dosa mereka dan kasihanilah mereka serta berkahilah rezeki mereka.” (HR. Muslim)

2. Nah sekarang bagi tuan rumah. Sambutlah tamu dengan senang hati. jauhkan dari sifat bermegah-megahan apalagi sampai menyakiti tamu tersebut, dan hindari prasangka buruk.

jika undangan merupakan untuk orang banyak seperti acara maka undanglah secara adil. Misal: jangan yang kaya saja, atau yang dekat.

“Sejelek-jelek makanan adalah makanan walimah di mana orang-orang kayanya diundang dan orang-orang miskinnya ditinggalkan.” (HR. Bukhari Muslim)

Semoga kita bisa memuliakan tamu dan sekaligus menjadi tamu yang mengerti aturan-aturan dan syariah.[]


Artikel Terkait :

Leave A Reply

Your email address will not be published.