memakai kutek
Foto: pexels.com

Muslimah Pakai Kutek, Bolehkah?

Wanita memang diciptakan dengan sifat yang menyukai keindahan. Mereka senang berhias dan memanjakan dirinya dengan semua hal, termasuk salah satunya dengan menghias kuku dengan cat atau sering disebut dengan istilah ‘nail art’.

Sebenarnya, seni menghias kuku bukan merupakan karakteristik atau perbuatan yang khusus dilakukan oleh wanita-wanita kafir, boleh-boleh saja muslimah menggunakannya. Namun jika ternyata itu adalah perbuatan meniru gaya wanita kafir, maka tidak boleh melakukannya.

Meski diperbolehkan, ada beberapa syarat yang harus diperhatikan oleh wanita. Semisal penggunaannya hanya saat sedang tidak sholat seperti saat haid dan nifas. Karena sifat cat kuku adalah menghalangi jalannya air saat bersuci. Padahal, segala sesuatu yang menghalangi jalannya air pada bagian tubuh yang harus disucikan dalam mandi dan berwudhu tidak boleh dipergunakan, karena Allah Subhanahu wa Ta’ala telah berfirman :

فَاغْسِلُوا وُجُوهَكُمْ وَأَيْدِيَكُمْ

“Artinya : Maka basuhlah mukamu dan tanganmu”. [Al-Maidah : 6].

Wanita juga harus memperhatikan faktor kesehatan dalam memakai kutek ini. Karena kutek atau cat kuku yang saat ini banyak bermunculan tidak lagi sama dengan kutek zaman dahulu yang berbahan alami.

Saat ini, kutek banyak yang diracik dari berbagai bahan kimia yang akan berdampak negatif untuk kesehatan kuku jika terlalu sering dipakai. Bahkan bisa berdampak buruk bagi tubuh lainnya yang terpapar zak kimia berbahaya. []

Sumber: Satumedia.co


Artikel Terkait :

About Fajar Zulfikar

Check Also

Terlanjur Haid, Shalat Belum Dikerjakan, Apakah Harus Mengganti?

Sebaliknya dalam mazhab Asy-Syafi'iyah, kewajiban shalatnya tidak gugur.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *