Pembantaian di Myanmar
Foto: Merdeka.com

Myanmar: Pejabat AS Dilarang Kunjungi Rakhine

Pejabat Amerika Serikat (AS) yang berkunjung tidak akan diizinkan pergi ke wilayah Rakhine oleh Pemerintah Myanmar. Kekerasan yang terjadi di Rakhine membuat hampir 400 ribu Muslim Rohingya eksodus ke Bangladesh.

Untuk menyuarakan keprihatinan Washington tentang konflik Rohingya dan mendesak akses yang lebih besar ke sana bagi para pekerja kemanusiaan, Deputi Asisten Menteri Luar Negeri AS Patrick Murphy melakukan kunjungan ke Myanmar. Pernyataan ini disampaikan Kementerian Luar Negeri AS, Jumat (15/9/2017), seperti dilansir Republika.

Menurut para pejabat Myanmar, Murphy akan bertemu dengan pemimpin Pemerintah Myanmar di Naypyitaw. Pada hari Selasa depan, Murphy juga akan menghadiri sebuah pidato kenegaraan dari Aung San Suu Kyi.

“Murphy juga akan mengunjungi Sittwe, dan bertemu dengan Gubernur Rakhine,” ucap Sekretaris Pemerintah Tin Maung Swe.

Murphy, ujar Maung Swe, tidak diizinkan untuk pergi ke distrik Maungdaw, di jantung perselisihan yang dimulai saat gerilyawan Rohingya menyerang pos polisi dan sebuah kamp tentara dan membunuh belasan orang.

Pengungsi Rohingya yang telah melintasi perbatasan ke Bangladesh berjumlah hampir 400 ribu. Ini menimbulkan kekhawatiran krisis kemanusiaan di Myanmar makin meningkat.

Namun sayangnya, akses untuk pekerja penyalur bantuan dan wartawan sangat dibatasi. Myanmar bersikeras pihaknya tidak melarang pekerja bantuan untuk masuk. Nam un seorang juru bicara pemerintah mengatakan, pihak berwenang di lapangan khawatir mengenai keamanan.

Berdasarkan pernyataan para pengamat HAM dan orang Rohingya yang melarikan diri, tentara dan Buddha garis keras membakar rumah-rumah dengan tujuan mengusir penduduk Muslim. Menurut seorang fotografer Reuters di sisi perbatasan Bangladesh, asap besar hitam terlihat mengepul di Myanmar pada hari Jumat.

Sedangkan, organisasi bantuan internasional mengatakan, pengungsi datang secara terus-menerus.

“Tidak ada tanda-tanda bahwa arus orang ini akan berhenti,” kata Chris Lom dari International Organisation for Migration. []


Artikel Terkait :

About Fajar Zulfikar

Check Also

Entah Apa yang Merasuki Pria Ini, 2 Bulan Tinggal di Tong Setinggi 25 Meter

Sebelumnya, rekor tersebut dipegang oleh dirinya sendiri pada 1997. Ketika itu, dia tinggal di dalam tong selama 54 hari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *